Neutron Yogyakarta
Metro Pekalongan

COD-an HP Berujung Maut

COD-an HP Berujung Maut

TEEGELETAK – Jasad Taufik Yunus (korban) tergeletak bersimbah darah di pinggir Jalan Urip Sumoharjo depan Kantor Bank BRI Unit Bendan, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Senin (21/5) dini hari.
WAHYU HIDAYAT / RADAR PEKALONGAN

*Korban Tewas Ditikam Calon Pembeli

KOTA – Nasib nahas menimpa Taufik Yunus (24), warga Dukuh Sedran RT 05 RW 02, Desa Sastrodirjan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan.

Pemuda yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang jahit itu ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Urip Sumojarjo, tepatnya di depan Kantor Bank BRI Unit Bendan, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Senin (21/5) sekira pukul 01.00 WIB.

Saat ditemukan, jasad korban tergeletak dengan sejumlah luka tusuk atau luka sobek di beberapa bagian tubuhnya, antara lain di pundak kiri, bawah ketiak kiri, dan pinggang sebelah kiri belakang.

Informasi yang dihimpun Radar Pekalongan menyebutkan, Taufik tewas seketika setelah ditikam dengan sebilah pisau oleh seseorang yang dikenalnya melalui facebook (FB). Kuat dugaan, Taufik dan orang tersebut sebelumnya janjian untuk ketemuan di lokasi, guna keperluan jual beli ponsel. Korban dan pelaku hendak “COD-an” HP (ponsel) di TKP.

Taufik hendak menjual satu unit ponsel android ke orang itu. Setelah ada kesepakatan waktu dan lokasi untuk “COD”, Taufik berangkat dari rumahnya di Wonopringgo ditemani adiknya, Abdullah Faqih (20). Mereka berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio Soul.

Sesampainya di lokasi, yakni di depan Kantor Bank BRI Unit Bendan, Jalan Urip Sumoharjo 18, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan sekira pukul 01.00 WIB, korban (Taufik Yunus) dan calon pembeli (pelaku) hendak bertransaksi. Saat itu korban ditemani adiknya. Sedangkan pelaku ditemani seorang rekannya.

Tiba-tiba, pelaku hendak kabur sembari membawa ponsel yang akan dijual korban. Padahal pelaku belum melakukan pembayaran. Korban bersama adiknya pun berusaha mempertahankan ponsel tersebut. Namun, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam sejenis pisau. Pisau tersebut langsung dihunjamkan ke korban dan mengenai pinggang bagian kiri belakang, bawah ketiak sebelah kiri, dan pundak kiri korban.

Adik korban yang berusaha membantu kakaknya, tak bisa berbuat banyak. Dia bahkan ikut kena sabetan pisau tersebut di bagian tangannya.

COD-an HP Berujung Maut-kronologi kejadianSeketika, korban langsung jatuh tersungkur dengan tubuh bersimbah darah di lokasi. Sementara pelaku bersama rekannya langsung kabur dengan berboncengan menggunakan sepeda motor.

Menurut adik korban, Abdullah Faqih, ia dan kakaknya mendatangi lokasi setelah sebelumnya janjian dengan seseorang yang hendak membeli ponsel. Kakaknya dan calon pembeli itu melakukan komunikasi jual beli ponsel melalui FB.

“Sampai di lokasi, pelaku mau kabur sambil bawa H (ponsel), padahal belum dibayar. Otomatis kami berusaha mempertahankannya, merebut kembali HP itu. Tapi pelaku langsung menikam menggunakan pisau. Kemudian langsung kabur,” tuturnya.

Salah seorang warga yang saat kejadian berada tak jauh dari TKP, Setyo, menuturkan tak tahu persis awal mula kejadian tewasnya korban. Saat itu dirinya mendengar orang berteriak. Lalu ketika dicek, dia melihat ada orang yang tergeletak di pinggir jalan depan Kantor Bank BRI Unit Bendan. Sedangkan satu orang lagi (adik korban) terlihat syok sambil berusaha menggoyang-goyangkan tubuh korban. “Saya kira ada kecelakaan. Ternyata ada korban penusukan,” katanya.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian oleh warga yang kebetulan berada di sekitar lokasi. Jajaran Polsek Pekalongan Barat dan Polres Pekalongan Kota yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP. Kemudian membawa jasad korban ke kamar mayat RSUD Bendan.

Dari TKP, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, dua unit ponsel, sebilah pisau badik, sepasang sandal, dan sepeda motor korban. Sedangkan adik korban yang menjadi saksi kunci kejadian itu langsung dibawa ke Mapolsek Pekalongan Barat untuk dimintai keterangan.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, melalui Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Hanafi Umar menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus tersebut. Pihaknya juga masih meminta keterangan sejumlah saksi.

“Masih dalam penyelidikan. Kita tadi dapat laporam terjadi pengaiayaan yang menyebabkan korban mninggal dunia. Kita langsung ke TKP untuk melakukan olah TKP, dan membawa jenazah korban ke rumah sakit. Korban tewas dengan sejumlah luka sabetan senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya. Semoga segera terungkap dan pelakunya bisa segera ditangkap,” kata Kapolsek, saat ditemui di lokasi kejadian.

Sementara itu, untuk memperjelas penyebab tewasnya korban, jajaran Polres Pekalongan Kota mendatangkan tim forensik Bid Dokkes Polda Jateng untuk melakukan autopsi terhadap jasad korban di kamar mayat RSUD Bendan, Senin (21/5) siang.

Menurut dokter forensik Dokpol Bid Dokkes Polda Jateng, AKBP Ratna Relawati, korban tewas dengan sejumlah luka tusuk. Antara lain luka tusukan senjata tajam di bawah ketiak kiri korban yang tembus ke tulang rusuk dan mengenai paru-paru korban. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat | Radar Pekalongan
Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments