Neutron Yogyakarta
Radar Kajen

Ada 2.001 Surat Suara Rusak

Surat Suara Rusak

PELIPATAN – Petugas KPU Kabupaten Pekalongan melakukan proses pelipatan surat suara Pilgub 2018, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Temuan KPU Pekalongan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pekalongan menemukan 2.001 lembar surat suara dalam kondisi rusak dan tak layak pakai. Hal itu ditemukan dalam proses penyortiran dan pelipatan surat suara Pilgub 2019 oleh KPU setempat pada Sabtu kemarin.

Komisioner Bidang Logistik KPU Kabupaten Pekalongan, Khusnul Maat, mengatakan, pihaknya telah menjumpai berbagai ketidaknormalan surat suara seperti ada cipratan tinta, surat suara kotor, gelembung di dalam foto pasangan calon, serta pemotongan surat suara yang tidak rata.

“Yang rusak ini ada 2001 lembar, dan sudah kita sisihkan. Itu kerusakan yang kita temukan di hari pertama sortir lipat. Kalau hari kedua dan ketiga, kita belum rekap, berapa yang rusak,” jelas Maat, kemarin.

Selanjutnya surat suara rusak itu akan dibuatkan berita acara untuk kemudian diserahkan ke KPU Provinsi. “Setelah proses pelipatan selesai, yang rusak ini akan kita kembalikan ke KPU Provinsi, dari KPU Provinsi akan dikembalikan ke percetakan agar mendapat ganti yang kondisinya baik,” tambahnya.

Ia menjelaskan, sejak Sabtu (19/5) kemarin, KPU mulai melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018. Penyortiran itu dilakukan di Kantor KPU setempat. Proses sortir dan lipat yang sebelumnya dijadwalkan selesai dua hari, kini diperpanjang menjadi empat hari. Setidaknya ada 63 petugas dikerahkan untuk menyortir dan melipat 734.298 lembar surat suara.

Menurut Khusnul Maat, proses sortir sudah berjalan sejak Sabtu kemarin, dan ditargetkan selesai empat hari. “Ada 63 petugas penyortir dan pelipat, terdiri dari petugas KPU dan warga sekitar,” kata Maat.

Warga yang turut terlibat ini merupakan warga yang dapat dipercaya. Mengingat, proses sortir yang dimulai setiap pukul 8.00 sampai 16.00 WIB ini harus steril. “Petugas tidak hanya dilarang membawa pulang surat suara, mereka juga tak boleh selfie-selfie dengan surat suara,” tegasnya.

“Sehingga, mereka adalah warga yang bisa dipercaya. Meskipun sukarela, tetap ada kompensasi dari KPU, dengan menganggarkan 60 rupiah per surat suara,” tambahnya menjelaskan.

Dijelaskan Khusnul Maat, jumlah DPT di Kabupaten Pekalongan sebanyak 715.665 pemilih. Dengan asumsi penambahan 2,5 persen per TPS, sehingga total surat suara sebanyak 734.298 lembar. Untuk jumlah TPS se Kota Santri mencapai 1.480 TPS.

“Penambahannya bukan secara global, namun per TPS. Sehingga ada pembulatan-pembulatan, jumlah DPT 715.665 pemilih, jumlah surat suaranya 734.298 lembar,” lanjut Maat.

Untuk hari pertama, lanjut dia, pihaknya telah menyelesaikan proses sortir dan lipat sebanyak 126.000 lembar. Ia berharap, kegiatan ini dapat selesai sesuai target. “Target empat hari selesai. Semoga lancar dan tak ada halangan,” tandasnya. (yan)

Facebook Comments