Radar Batang

Jembatan Kalikuto Bakal Menjadi Land Mark

Jembatan Kalikuto

LAND MARK – Jembatan Kalikuto yang berada di perbatasan Kabupaten Batang-Kendal ini nantinya akan menjadi Land Mark Trans Jawa, dan saat ini masih dalam proses pengerjaan.
M Dhia Thufail

Bahan Impor dan Dirakit di Tiga Tempat Berbeda

Biaya Mencapai Rp200 Miliar

Jembatan Kalikuto, penghubung Jalan Tol Batang-Semarang yang berada di perbatasan Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal diklaim akan menjadi ikon atau tengara (Land Mark) dari jalur Tol Trans Jawa.

“Jembatan Kalikuto dirancang sebagai prasanara ikonik yang menjadi pusat perhatian publik pada ruas Tol Batang-Semarang. Jembatan ini nantinya akan sama seperti Jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua,” ungkap Kepala lapangan paket 1 dan 2, Jajang saat ditemui, Jum’at (18/5).

Jembatan Kalikuto, kata Jajang, dirancang sepanjang 100 meter dan lebar 32 meter. Nantinya, jembatan ini akan terdapat enam jalur, tiga jalur arah kiri dan tiga jalur arah kanan. Pinggir jembatan juga akan diberi tali penyangga dari kawat besar, sehingga akan terlihat menarik bagi pengguna jalan tol maupun arteri.

“Insya Allah, saat mudik, jembatan ini sudah bisa digunakan,” kata Jajang.

Untuk diketahui, sebagian besar komponen baja jembatan, khususnya Cable Bearing dan Lead Rubber Bearing (LRB), diimpor dari Prancis. Sedang untuk perakitan jembatan sendiri dilakukan di tiga tempat berbeda, yakni Serang, Tangerang, dan Pasuruan.

“Pengadaan material baja sudah 100 persen. Saat ini kita tinggal mengerjakan erectionnya saja. Sehingga kita rencanakan sesuai dengan scedule untuk bisa fungsional dilewati pemudik sekitar tanggal 13 Juni 2018,” bebernya.

Ia menerangkan, Lebaran nanti jembatan Kalikuto sudah berstatus fungsional dengan lantai jembatan berupa temporari atau belum sepenuhnya beton.

“Untuk progres pengerjaan Jembatan Kalikuto sudah mencapai 75 persen, dan bisa digunakan sebelum lebaran mendatang. Target kami, satu jalur kiri jembatan sudah dicor. Apabila nanti belum bisa, untuk sementara akan kami beri plat,” paparnya.

Adapun diketahui, untuk membuat jembatan ini menjadi ikon ruas tol Batang-Semarang, maka anggaran yang dibutuhkan menjadi lebih besar. Di mana awalnya hanya untuk membuat jembatan ini hanya membutuhkan anggaran sebesar Rp50 miliar tapi saat ini menjadi sekitar Rp200 miliar.

Selain itu, anggaran pembangunan jembatan ini sudah termasuk dalam keseluruhan pembangunan ruas tol Batang Semarang sebesar Rp11,04 triliun.

Ditambahkan Jajang, Jembatan Kalikuto ini berbeda dengan jembatan lainnya. Bahkan, Jembatan Kalikuto ini di klaim menjadi jembatan pertama kalinya yang menggunakan teknologi canggih di Indonesia.

“Ini jembatan baja melengkung saja, namun metodenya yang mungkin pertama kali ada di Indonesia. Kalo pada umumnya jembatan melengkung itu kan pakai tower temporary, jadi persegmen diangkat pake tower itu, namun kalo jembatan ini pakai metode strange jack. Yang mana metode atau teknologi strange jack ini pertama kali diterapkan di Indonesia,” ungkapnya.

Jajang menyebutkan, penopang jembatan dengan panjang 100 meter tersebut nantinya berbentuk setangah lingkaran. “Kalau di jembatan lain penopang berbentuk segitiga dan diperkuat tali baja, nantinya di Jembatan Kalikuto akan berbentuk setengah lingkaran,” pungkasnya. (fel)

Facebook Comments