Neutron Yogyakarta
Radar Kajen

PT SMJ Dinilai Langgar Komitmen

Jalan Rusak

RUSAK – DPRD Kabupaten Pekalongan meredang karena jalan rusak imbas pembangunan jalan tol tak juga diperbaiki hingga menelan banyak korban.
TRIYONO

KAJEN – Kritikan terhadap PT SMJ selaku pelaksanaan pembangunan jalan tol terus berlanjut. Setelah pernyataan pedas dari Bupati Pekalongan dan LSM-LSM Kabupaten Pekalongan, saat ini giliran DPRD Kabupaten Pekalongan yang angkat bicara. Wakil rakyat ini menilai, PT SMJ telah melanggar komitmen untuk memperbaiki jalan.

Hal itu seperti ditegaskan Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir. Atas kondisi tersebut, Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan akan memanggil pengelola dan instansi terkait agar jalan cepat diperbaiki.

Diungkapkan, DPRD Kabupaten Pekalongam padahal sudah berulang kali mengadakan rapat bersama Waskita, SMJ, Kepolisian, Kejaksaan dan Dinas Pekerjaan Umum. Dalam setiap rapat, pihak Waskita dan SMJ menyatakan berkomitmen untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat dilalui truk bermuatan material proyek pembangunan Tol.

“Kami sudah menuntut supaya jalan yang rusak segera diperbaiki jangan sampai menunggu selesai. Minimal yang berlubang ditutup sehingga tidak membahayakan pengguna jalan namun dalam kenyataannya komitmen kesepakatan malah dilanggar sehingga menimbulkan banyak korban kecelakaan,” terangnya.

Komitmen lain yang harus disepakati, lanjut politisi PKB, menyiram jalan sehingga tak berdebu dan licin. Kemudian muatan truk juga harus ditutup menggunakan terpal sehingga tidak jatuh berceceran yang berimbas membahayakan pengguna jalan, dan yang terakhir sopir dilarang ugal- ugalan.

“Untuk itu dalam waktu dekat ini komitmen kami dari Komisi C akan memanggil kembali rekanan proyek tol dalam rangka menghadapi lebaran ini jalan yang rusak akibat pembangunan proyek tol harus diperbaiki. Jangan sampai terus beralasan karena proyek nasional namun imbasnya masyarakat yang dirugikan,” kata Munir.

Munir menambahkan dalam percepatan perbaikan jalan tersebut, Pemkab Pekalongan dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum harus menginvetarisir mana saja jalan rusak imbas dari pembangunan tol. Dengan begitu maka dapat dengan cepat terselesaikan sebelum lebaran jalan kembali baik. Karena mobilitas masyarakat ketika lebaran banyak yang keluar rumah untuk bersilaturahmi ke sanak saudara, namun kalau jalan masih tetap rusak maka akan mengancam keselamatan warga.

“Kita pantau bareng- bareng supaya jalan segera diperbaiki,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Catur Adriansyah. Wakil rakyat dari Partai Gerindra ini pun menyayangkan pelaksana tol tak melaksanakan perjanjian yang teryang dalam MoU. “Prinsip, kalau pelaksana pembangunan jalan tol melaksanakan sesuai dengan MoU, masyarakat tidak akan marah. Makanya, kami mendesak agar pelaksana jalan tol untuk segera memperbaiki jalan yang rusak sesuai dengan MoU,” terangnya. (yon)

Facebook Comments