Radar Batang

Konsolidasi Islam Moderat, DMI Bangun Kerjasama dengan Al Azhar

Kerjasama DMI dan Al Azhar

DUKUNGAN – Waketum DMI Komjen Pol Syafruddin dan delegasi saat mengunjungi GSA, Syaikh Ahmad Thoyib, baru-baru ini. Pimpinan Tazakka, Gus Anizar juga ikut mendampingi.

BATANG – Prinsip wasathiyyat Islam atau Islam moderat terus dikampanyekan berbagai kalangan Muslim Indonesia, termasuk Dewan Masjid Indonesia (DMI). Sepanjang 12-14 Mei kemarin, Wakil Ketua Umum DMI yang juga Wakapolri, Komjen Pol Syafruddin beserta delegasi bahkan bertandang ke Mesir untuk kepentingan kerjasama dengan Al Azhar.

Pertemuannya dengan Rektor Universitas Al Azhar, Prof Dr Muh Husen Al Mahrosowi diyakini amat strategis. Terlebih, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, Indonesia juga melimpah jumlah masjidnya, lebih dari 800 ribu.

Karena besarnya potensi itu, kata Syfaruddin, maka DMI berharap besar agar masjid-masjid di Indonesia bisa menampilkan wajah Islam yang moderat. “Masjid menjadi tempat menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah, kebaikan, serta mendidik generasi masa depan yang pikirannya adalah bagaimana memakmurkan dan dimakmurkan oleh masjid,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Rektor Al Azhar menyatakan perasaan bela sungkawanya atas aksi terorisme yang terjadi di Indonesia.

Soal kerjasama, Rektor menyampaikan kesiapannya untuk membina SDM Indonesia khususnya mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di AlAzhar Mesir ataupun yang akan kembali ke tanah air, dengan memberikan pembekalan-pembekalan intensif tentang wasathiyyat Islam dan berbagai hal tantangan masa depan. “Al Azhar memegang teguh ajaran wasathiyyat Islam. Setiap Muslim harus menghormati keyakinan orang lain, tanpa harus mengimani keyakinannya,” pesan Rektor.

Sementara Grans Syaikh Al Azhar (GSA) Prof Dr Ahmad Thoyib juga mendukung upaya DMI dalam menjaga Islam moderat di Indonesia. Sebaliknya, Syaikh juga mengingatkan ke masyarakat Indonesia terhadap potensi munculnya paham Islam yang keliru yang justru merusak citra Islam dan memecah belah umat.

Menurut Syaikh, dukungan Al Azhar akan dilakukan dalam 2 pendekatan program yang pembiayaannya bersumber dari Al Azhar. Pertama, program training/pelatihan untuk para imam, khatib dan ustadz. Kedua, pembekalan Human Resources Development bagi mahasiswa asal Indonesia tentang nilai-nilai wasathiyat Islam dan prinsip rahmatan lil alamin. “Kami siap bekerjasama dengan DMI dalam rangka menjadikan masjid sebagai pusat penyebaran dan konsolidasi Islam moderat,” ucapnya.

Kunjungan ke Mesir itu juga turut dipandegani Pimpinan PM Tazakka, KH Anizar Masyhadi. Menurut dia, kunjungan Waketum DMI itu sebagai respon balik atas kunjungan GSA ke kediaman Wapres Jusuf Kalla. “Saat itu dicapai kesepakatan untukk saling bersinergi membangun Islam yang wasathy,” ujar Gus Anizar.

Anizar kembali dipercaya JK untuk mendampingi dan mengatur beberapa agenda kunjungan Waketum DMI di Kairo, setelah sebelumnya sukses merancang dan mengatur kunjungan GSA ke Indonesia, awal Mei lalu. (red/sef)

Facebook Comments