Radar Kajen

Belum Ada Dapur Umum

Rob Jeruksari

ROB – Kondisi rob di Jalan Raya Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Kamis (17/5) malam. Warga tampak berjuang menyusuri genangan rob untuk salat Tarawih ke masjid.
MUHAMMAD HADIYAN

Korban Rob di Jeruksari Bingung Sahur

Kondisi rob di pesisir Kabupaten Pekalongan kian parah. Salah satu yang terparah yakni di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto. Ribuan warga masih bertahan di tempat pengungsian, seperti di mushola, TPQ dan tenda-tenda darurat.

Ketinggian air di beberapa lokasi mencapai sepinggang orang dewasa, atau lebih dari 1 meter. Hal ini tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi masyarakan, namun juga kekhusyukan ibadah puasa warga. Mengingat selain 1300 rumah tergenang, rob juga merendam masjid dan mushola. Korban rob di Jeruksari pun kebingungan lantaran belum ada dapur umum untuk memenuhi kebutuhan buka dan sahur.

Pantauan Radar tadi malam, masyarakat yang hendak salat tarawih harus menyusuri genangan rob menuju tempat ibadah yang tidak tergenang. Sebab, beberapa mushola ada yang terendam dan tak bisa digunakan untuk ibadah tarawih.

Kepala Desa Jeruksari, Kuswanto mengatakan, sebagian besar permukiman warga tergenang. Lebih dari 95 persen atau 1300 lebih rumah warga di Jeruksari terendam. Imbasnya, masyarakat menjalankan ibadah puasa, mulai dari sahur, buka dan ibadah tarawih di tengah kecipak rob.

“Rob sudah terjadi sejak dua pekan kemarin. Tapi beberapa hari terakhir ini yang paling parah. Warga terpaksa mengungsi di tempat-tempat aman, seperti mushola yang tidak tergenang, rumah sanak saudara, bahkan di tenda-tenda darurat,” kata Kuswanto, kemarin.

Pihaknya berharap ada bantuan dari Pemkab Pekalongan kaitannya dengan dapur umum. Sebab, masyarakat bingung untuk mendapatkan makanan, lantara sebagian besar kompor di dapur mereka turut terendam dan tak bisa digunakan lagi. Sementara, banyak pula warung yang tidak buka.

“Kita bingung, belum ada dapur umum,” ujar Kades.

Selain mengganggu aktivitas ibadah, rob juga membuat aktivitas perekonomian terhambat. Banyak warga yang berprofesi sebagai buruh solet tidak bisa bekerja lantaran tempat produksi tergenang, para petani tambak juga ak sedikit yang merugi.

“Semoga rob segera surut. Sehingga kami bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang,” kata dia.

Kondisi air laut yang pasang, diperparah dengan jebolnya tanggul di Pintu Lawang Loro Desa Jeruksari, membuat permukiman warga sekitar tergenang luapan rob. Masyarakat berharap, proyek pembangunan tanggul melintang di Jeruksari dapat segera selesai, sehingga warga dapat terbebas dari rob. (yan)

Facebook Comments