Radar Pendidikan

Tari Gumregut, Lestarikan Budaya

Tari Gumregut, Lestarikan Budaya

BERFOTO – Tim Tari Gumregut SMK Muhammadiyah Doro berfoto bersama usai penampilan.
FAKHRUN NISA / RADAR PEKALONGAN

DORO – Tari tradisional menjadi salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang dipelajari di SMK Muhammadiyah Doro. Diantara tari tradisional yang dipelajari adalah Tari Gumregut. Selain sebagai kegiatan ekstrakurikuler, pembelajaran tari tradisional juga menjadi upaya bagi sekolah untuk turut melestarikan budaya daerah.

Demikian disampaikan Wakil Kepala SMK Muhammadiyah Doro, Andi Rusfianto. Disebutkan, latihan rutin Tari Gumregut diselenggarakan setiap Kamis sore. Selain tari, terdapat kegiatan esktrakurikuler lain yang diadakan oleh sekolah, diantaranya Animasi dan Perfilman.

“Seni Tari Gumregut merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler di SMK Muhammadiyah Doro. Banyak siswa yang berminat dalam kegiatan esktra ini. Kami menyelenggarakan latihan rutin setiap hari Kamis,” ujar Andi, sapaan akrabnya.

Baru-baru ini, kelompok Tari Gumregut SMK Muhammadiyah Doro tampil dalam Tabligh Akbar Muhammadiyah yang diselenggarakan di Komplek Gedung Dakwah Muhammadiyah Kajen pada 29 April lalu. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Pekalongan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Ketua Redaksi Suara Muhammadiyah, serta Muspika dan semua unsur Muhammadiyah.

“Alhamdulillah SMK Muhammadiyah Doro bisa menampilkan seni tari dalam acara Tabligh Akbar yang dihadiri oleh Bapak Dr Haedar Nashir selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai pembicara. Kami sangat bangga,” tutur Andi.

Dijelaskan, dalam acara tersebut juga digelar peresmian Suara Muhammadiyah (SM) Corner oleh Pimpinan Daerah Muhamamdiyah Pekalongan yang berada di sebelah timur Alun-alun Kajen. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU SM Corner, pengguntingan pita, serta penandatanganan Prasasti Peletakan Batu Pertama. (mg6)

Penulis: Fakhrun Nisa | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments