Radar Batang

Tempat Hiburan Diminta Tutup Selama Ramadhan

Orasi FPI Kab Batang

ORASI – Ketua Dewan Pengurus Wilayah FPI Kabupaten Batang mengajak masyarakat muslim khususnya, untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan menjalankannya khusyuk.
M Dhia Thufail

FPI Gelar Aksi Pawai

Sambangi Proyek PLTU

Ratusan laskar Front Pembela Islam (FPI), Rabu (16/5) siang kemarin menggelar aksi pawai dengan mengelilingi sejumlah tempat tempat hiburan dan warung-warung yang terindikasi menjual minuman keras di wilayah Kabupaten Batang.

Dalam aksinya tersebut, mereka menyuarakan beberapa hal, diantaranya agar para pemilik usaha tempat hiburan maupun pemilik warung untuk sementara waktu menutup tempat usahanya.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah FPI Kabupaten Batang, Aji Puspito mengatakan, kegiatan pawai tersebut bertujuan untuk menciptakan kondusifitas wilayah Kabupaten Batang selama bulan suci Ramadhan.

“Kami mengajak masyarakat muslim khususnya, untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan menjalankannya secara khusyuk. Untuk itu, kami mengingatkan kepada para pemilik usaha tempat hiburan, toko-toko miras dan lain sebagainya untuk sementara waktu menutup total usahanya selama bulan suci Ramadhan ,” terang Aji Puspito.

Selanjutnya, setelah mengelilingi tempat tempat hiburan, laskar FPI juga mendatangi proyek pembangunan PLTU Kabupaten Batang. Didepan pintu masuk lokasi proyek mereka menyempatkan untuk orasi dan membentangkan sebuah poster yang bertuliskan “Selamat Datang Bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriyah, Hormati Bulan Suci Penuh dan Jauhkan Diri dari Maksiat”.

Aji mengatakan, FPI sangat peduli dan berharap proyek pembangunan PLTU Batang dapat selesai dan bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat.

Kendati demikian, kata dia, FPI dan komunitas masyarakat khawatir pada lokasi PLTU akan timbul tindakan maksiat apabila mulai saat ini tidak dicegah.

“Oleh karena, kami berharap pada pimpinan BPI dapat mencegah timbulnya kemaksitan di lokasi proyek listrik yang begitu megah itu karena di lokasi tersebut terdapat sebuah makam syeh besar yang harus kita jaga. Siapa pun pimpinan proyek PLTU Batang, harus dapat mencegah kemaksiatan dan hura-hura, tidak membuka tempat kafe, dan peduli terhadap kenyamanan pada lingkungan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan FPI tidak ada kepentingan apapun pada unjuk rasa di lingkungan lokasi PLTU kecuali hanya untuk menekan timbulnya kemaksiatan di tempat-tempat yang diduga sebagai lokasi prostitusi terselubung dan tembat bermabuk-mabukan.

“Kami tidak ada kepentingan apapun kecuali hanya sebagai umat Islam menekan timbulnya kemaksiatan. Maksiat jangan sampai merajalela di lingkungan proyek PLTU,” katanya.

Pihaknya juga mengimbau kepada para pedagang makanan untuk selama Ramadhan boleh berjualan, asal tetap menghormati dengan menutup rapi warungnya.

“Kami juga mengimbau untuk para pedagang atau penjual makanan, boleh boleh saja tetap berjualan asalkan tetap menghormati masyarakat yang berpuasa dengan menutup rapi dan rapat warungnya. Sedang untuk para pecandu minuman keras, kami minta untuk mengerem dulu kegiatan mabuk mabukannya selama Ramadhan,” jelasnya.

Lebih lanjut Aji mengatakan apabila tempat hiburan maupun warung-warung penjual miras tetap buka selama Ramadhan pihaknya akan memberikan surat teguran.

“Kami sudah peringatkan dari sekarang dengan pawai ini, namun apabila masih ada tempat hiburan atau warung-warung miras yang buka selama ramadhan, yang pertama kami akan berikan surat teguran, namun jika surat tersebut tidak diindahkan kami akan lakukan tindak tegas,” tuturnya.

Dalam melakukan kegiatannya, FPI Batang telah bekerjasama dengan pihak Kepolisian Resor Batang dan Kodim 0736/Batang.

“Kami laskar Front Pembela Islam dan organisasi muslim lainnya akan terus memantau, dalam pelaksanaanya jikapun ada kegiatan yang menyimpang ataupun melanggar, kami telah bekerjasama saling berkoordinasi, komunikasi dengan Kepolisian dan Kodim setempat,” pungkasnya. (fel)

Facebook Comments