Radar Batang

Gelar Konvoi dan Corat Coret, Kelulusan Akan Ditunda

Wihaji Mengajar

MENGAJAR – Bupati Batang Wihaji mengajar siswa siswi SMP N 2 Batang, Selasa (15/5).
M Dhia Thufail

Bupati Batang Mengajar di SMP 2 Batang

Berkaca pada peristiwa kelulusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) beberapa waktu lalu yang berjalan ricuh. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang memberi ultimatum kepada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) agar tak meniru kejadian serupa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Achmad Taufiq mengatakan, pihaknya siap menunda proses kelulusan siswa SMP apabila mereka tetap nekat merayakan kelulusan dengan konvoi dan corat-coret baju seragam.

Hal itu ditegaskannya di depan ratusan siswa siswi SMP N 2 Kabupaten Batang saat mendampingi Bupati Batang Wihaji dalam kunjungan kerjanya.

“Saya harap saat pengumuman kelulusan nanti, pada tanggal 28 Mei, para kepala sekolah dapat membimbing siswanya untuk sujud sukur. Tak ada yang konvoi pakai motor ke jalan dan corat-coret baju. Apabila ada yang nekat melanggar, maka kelulusannya akan ditunda sampai dengan tahun depan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji saat mengajar mengatakan kepada siswa-siswi bahwa perkembangan teknologi saat ini sangat luar biasa, dapat mempengaruhi perilaku dan sosiologi siswa. Sehingga ia berpesan, agar siswa diminta untuk berhati-hati. Begitu juga kepada para guru dan orang tua murid masing masing, untuk ikut memantau perkembangan anak.

“Saya berharap bahwa perkembangan zaman dengan kemajuan teknologi informasi ini tidak melunturkan karakter sopan santun dan saling menghormati satu sama lain,” seru Wihaji.

Untuk itu, sangat penting adanya pendidikan karakter untuk diajarkan pada setiap Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Pemerintah Kabupaten Batang sudah memberikan surat edaran terkait Peraturan Bupati tentang Pendidikan Karakter, yang wajib diberikan oleh semua sekolah di Batang.

“Saya sudah membuat surat edaran dan segera ditindaklanjuti dengan diterbitkannya peraturan bupati (perbup) tentang pendidikan karakter di sekolah. Hal itu untuk mengisi hati nurani anak anak sekaligus menanamkan semangat kebangsaan memiliki Indonesia,” katanya.

Selian itu, ia juga mengemukakan, bahwa kemajuan teknologi yang luar biasa pesat saat ini perlu adanya pemanfaatan untuk kebaikan. Bukannya malah untuk menanamkan keburukan dan ketidakbaikan manusia.

“Peristiwa bom bunuh diri di Surabaya yang dikutuk keras, merupakan salah satu dari kemajuan teknolgi yang tidak mendapatkan manfaat untuk kebaikan. Karena itu, saya sangat berharap kepada anak anak untuk tidak terjerumus dengan kemajuan teknologi, salah satunya dengan menggunakan ponsel android secara tidak terkontrol,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Batang juga memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa-siswi SMP. Siswa yang menjawab benar mendapatkan buku tabungan Rp 500.000. Sebelumnya, siswa diberi pertanyaan tentang mata pelajaran dan berbagai kuis menarik lainnya. (fel)

Facebook Comments