Radar Batang

PPRT Batang jadi yang Pertama di Indonesia

PPRT

DIKUKUHKAN – Kepengurusan PPRT Kabupaten Batang resmi dikukuhkan, Senin (14/5). Lembaga itu tercatat jadi yang pertama di Indonesia.
AKHMAD SAEFUDIN

BATANG – Pembentukan Perkumpulan Pengurus Rukuh Tetangga (PPRT) Kabupaten Batang yang baru-baru ini dikukuhkan kepengurusannya di pendopo kabupaten ternyata menjadi kebanggaan tersendiri bagi para Ketua RT hingga Bupati. Pasalnya, keberadaan lembaga RT tingkat kabupaten itu menjadi yang pertama di Indonesia.

PPRT dibentuk sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan sinergi antar sesama Ketua RT maupun secara kelembagaan dengan lembaga lainnya. Karena itu, kelembagaan PPRT tak sekadar melengkapi lembaga-lembaga sejenis yang telah ada, seperti paguyuban kepala desa Sang Pamomong, PPDRI, dan paguyuban BPD.

Lebih dari itu, inisiasi pembentukannya sendiri dinilai luar biasa mengingat baru Kabupaten Batang yang memilikinya. “Bupati itu wakilnya presiden di daerah, maka ketua RT juga wakil pemerintah daerah di lingkungannya. Karena itu, harapannya PPRT bisa mendukung program-program pemerintah daerah,” kata Bupati Wihaji saat memberikan arahan usai pelantikan pengurus PPRT, Senin (14/5).

Wihaji yang pernah mengalami 3 tahun menjadi ketua RT mengaku bisa memahami bagaimana mereka tidak hanya berperan sebagai ujung tombak, tetapi juga ujung tombok. “Semua-muanya yang terkait permasalahan warga pasti melibatkan RT, dari nikahan, kematian, sampai ada yang demenan, ribut juga RT yang tanggung jawab. Makanya pemerintah daerah merasa perlu memperhatikan mereka juga,” terangnya.

Jabatan RT juga menurut Bupati benar-benar pengabdian. Uniknya, sementara presiden, DPR dan DPRD, gubernur, bupati hingga kades dipilih masyarakat, jabatan Ketua RT justru lebih sering ditunjuk, masyarakat yang memaksa. “Karena Pak RT itu biasanya tokoh masyarakat,” imbuhnya.

Sesuai pelantikan Senin lalu, kepengurusan inti PPRT Batag sendiri diisi oleh Bupati selaku pembina, KH Zaenal Mutaqin sebagai pengarah, Muhayin S Pd sebagai ketua didampingi Makhrus S Pd sebagai wakilnya, sekretaris dan wakilnya diisi Ahmad Mukhsin A Md dan Nur Cahyo, serta bendahara Adhi Baskoro S STP M Si didampingi Imam Turmudzi.

Untuk membantu ketua, ada biro-biro di bawahnya. Ketua PPRT, Muhayin, mengatakan, seluruh kegiatan organisasi selama ini dibiayai secara swadaya, patungan seluruh anggota. Termasuk kegiatan pelantikan juga ditopang setiap struktur PPRT kecamatan dan desa. “Alhamdulillah, organisasi ini dibentuk dan beroperasi nantinya dengan semangat guyub rukun. Kami juga berharap bisa mendukung program pembangunan daerah,” ucapnya. (sef)

Facebook Comments