Metro Pekalongan

Lulusan HES IAIN Pekalongan Siap Hadapi Era MEA

Seminar Nasional MEA

BERSAMA – Narasumber berfoto bersama dengan peserta dan sejumlah dosen IAIN Pekalongan, dalam seminar tentang peluang dan tantangan HES pada era MEA, di auditorim IAIN Pekalongan.

KOTA PEKALONGAN – Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah IAIN Pekalongan menyelenggarakan seminar nasional bertajuk ‘Peluang dan Tantangan Hukum Ekonomi Syariah di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)’ di auditorium kampus IAIN Pekalongan, belum lama ini.

Seminar yang menghadirkan dua narasumber andal, yaitu Prof Dr Muhammad MAg dari Yogyakarta, dan Dr Ridwan M Ag dari Purwokerto ini direspon sangat baik oleh mahasiswa Fakultas Syariah.
Terbukti tidak hanya mahasiswa dari Jurusan HES saja yang ikut andil menjadi peserta seminar, namun mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Hukum Tata Negara (HTN) juga ikut tertarik mengikuti seminar.

Hadir pula dalam seminar ini tamu undangan dari Hakim Pengadilan Agama Kota Pekalongan, Batang dan sekitarnya, serta para dosen Fakultas Syariah IAIN Pekalongan.

Sebelum seminar dimulai, Mohammad Fateh MAg selaku Ketua Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (HES) IAIN Pekalongan sekaligus Ketua Panitia memberikan sambutan. Menurutnya, tepat sekali mahasiswa masuk ke dalam jurusan HES, karena peluang yang akan dihadapi nanti sangat banyak, namun harus siap pula dengan tantangannya, karena peluang besar akan menghadirkan tantangan yang besar pula.

Demikian pula menurut Dr Akhmad Jalaludin MA selaku Dekan Fakultas Syariah. Dia mengatakan mahasiswa harus mempersiapkan diri agar menjadi lulusan HES yang kompeten dan berdaya saing.
“Tidak salah kalau Jurusan HES menyelenggarakan seminar nasional ini,” ungkapnya.

Kedua narasumber tersebut berbeda latar belakang pendidikan dan keahlian, sehingga keduanya bisa saling mengisi dan memberikan pandangan kepada mahasiswa jurusan HES sesuai dengan keahlian mereka. Prof Dr Muhammad MAg ahli dalam bidang ilmu Ekonomi Syariah, sedangkan Dr Ridwan MAg ahli dalam bidang Hukum Islam.

Sambutan ditutup dengan pembukaan acara seminar oleh Dekan Fakultas Syariah IAIN Pekalongan.
Acara seminar pun dimulai dengan dimoderatori oleh Ketua Jurusan Hukum Tata Negara yakni moderator yakni Achmad Muchsin, SHI MHum.

Prof Dr Muhammad MAg tampil sebagai pembicara pertama. Dosen mualaf yang memiliki nama asli Ma Xing Ping ini memberikan materi dengan diselingi nilai-nilai islami dan motivasi kepada peserta seminar. Dia mengatakan bahwa orang Islam harus dan wajib hukumnya menjadi kaya.

Karena setiap rukun Islam yang dijalankan oleh umat Islam semuanya menggunakan harta. Kata-kata ini menjadi cambuk bagi peserta seminar agar mengoptimalkan segala kemampuan dan potensi, khususnya bagi mahasiswa jurusan HES agar menjadi lulusan berdaya saing di era MEA ini, sehingga bisa menguasai perekonomian terutama di kawasan Asia Tenggara.

Dosen di 9 pascasarjana dan telah menerbitkan 78 buku ekonomi, keuangan dan perbankan ini memberikan argumen mengenai dampak positif dan negatif MEA.

Pada dasarnya, MEA merupakan wadah yang sangat penting bagi kemajuan negara-negara ASEAN dalam mewujudkan kesejahteraan sehingga keberadaannya harus disikapi dengan positif.

“Diharapkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara bisa berkompetisi dan bisa menempatkan ASEAN masuk ke dalam pasar terbesar di dunia,” paparnya.

Pembicara selanjutnya adalah Dr Ridwan MAg. Dosen kelahiran Brebes ini memberikan tambahan materi mengenai peluang dan tantangan HES di era MEA dilihat dari sisi Hukum. Dia mengajak peserta seminar untuk membaca adanya peluang. Di antara peluang yang ada adalah, pertama, peluang konstitusional: Agama menjadi salah satu pilar penting pembangunan nasional, dan hukum Islam menjadi salah satu sumber pembentukan hukum nasional. Lahirnya berbagai paket regulasi hukum yang bersinggungan dengan hukum ekonomi syariah.

Selanjutnya, modal sosial (social capital). Sarjana Hukum Islam atau Syariah memiliki legitimasi akademik hukum sekaligus legitimasi moral danetik yang kuat. Berikutnya gelar Sarjana Hukum bagi alumni HES memberi riruang yang lebar bagi alumni HES mengambil alternatif-alternatif profesi hukum.

Menurut dosen yang menamatkan pendidikan S3 nya di UIN Jakarta sekaligus Wakil Dekan I IAIN Purwokerto ini memaparkan Ikhtiar dalam menjawab tantangan di era MEA. Diantaranya fakultas syariah perlu mereformulasi basis keilmuan hukum ekonomi syariah dengan hukum umum.

Kedua, fakultas syariah perlu membuat standardisasi kompetensi sarjana hukum ekonomi syariah yang tercermin dari struktur atau bangunan kurikulumnya. Ketiga, fakultas syariah perlu melakukan sosialiasi yang massif kepada masyarakat dan berbagai stakeholders tentang perubahan gelar ini agar mereka memahaminya, dan pada gilirannya memberikan pengakuan dan penerimaan eksistensi gelar sarjana hukum yang disandang alumni fakultas syariah. “Keempat, membangun networking dengan multistakeholders yang bergerak di bidang ekonomi syariah,” urainya. (way)

Facebook Comments