Radar Batang

Prihatin dengan Candu Gadget, Dua Pemuda Bandar Ini Buka Perpus Jalanan

Perpus Jalanan

DUKUNGAN – Kepala Disperpuska Batang, Rahmat Nurul Fadilah dan jajarannya menyerahkan bantuan buku sebagai dukungan terhadap pengelola perpus jalanan, kemarin.
AKHMAD SAEFUDIN

BATANG – Kepedulian Nugraha Nanda Pradana dan rekannya, Zaenal Arifin (Pipin), terhadap perkembangan anak-anak di lingkungannya patut diapresiasi. Dua pemuda Desa/Kecamatan Bandar itu merelakan waktu, tenaga hingga biaya untuk mendirikan perpustakaan jalanan karena prihatin dengan perilaku anak-anak yang kecanduan gadget.

Inisiatif mendirikan perpus jalanan itu bermula dari Nanda. Dia sedih melihat anak-anak kecil hingga remaja lebih asyik menghabiskan waktunya di depan layar android daripada bermain dan berinteraksi dengan di luar rumah. Termasuk adiknya dan adik teman-temannya yang juga kecanduan gadget.

“Kebetulan saya juga hobi nongkrong. Nah, di pusat keramaian Bandar itu juga banyak anak-anak nongkrong. Muncullah ide itu, kenapa tidak saya buka perpus jalanan di sini,” tutur Nanda yang hobi membaca buku itu, Rabu (16/5).

Tapi mengoperasionalkan perpus seorang diri tentu berat, sehingga dia harus mencari teman berjuang. Beruntung, muncullah Pipin yang baru pulang Jakarta dan hobi baca juga. Karena rekannya juga hobi baca, keduanya tidak butuh waktu lama untuk meluncurkan perpustakaan jalanan itu pada awal desember 2017 silam.

“Konsep jalanan kita pilih karena memang nggak punya basecamp. Cara ini juga sekaligus untuk jemput bola, mendekatkan buku ke masyarakat. Sebetulnya, di Bandar sendiri ada perpusdes, tapi daya jangkaunya agak susah,” terangnya.

Nanda sendiri bukan tanpa kesibukan, karena setiap hari dia mengelola usaha kuliner ayam geprek. Tapi di sela kesibukan itu dia bersama Pipin ingin berbagi manfaat dengan membuka layanan baca buku yang berlokasi di depan komplek ruko Pasar Bandar.

“Senin sampao Sabtu kita buka mulai jam 5 sore sampai 12 malam, sementara khusus minggu dibuka pagi dari jam 7 sampai 11 siang. Ya sebetulnya capek, tapi kami ingin masyarakat terutama anak-anak remaja gemar membaca, tak sekadar kongkow,” ucapnya.

Aktivitas mulia keduanya pun terrendus Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Batang. Sebagai wujud apresiasi dan dukungan, merea membantu koleksi bahan bacaan sebanyak 100 judul/eksemplar untuk perpustakaan jalanan.

“Ini luar biasa, masih muda tapi peka dan peduli terhadap lingkungan masyarakatnya. Mengorbankan waktu, tenaga dan mungkin biaya demi menumbuhkan semangat gemar membaca masyarakatnya. Kami memberikan apresiasi tinggi, apa yang mereka lakukan itu semestinya menginspirasi kita semua,” kata Kepala Disperpuska Batag, Rahmat Nurul Fadilah S Pd M Si. (sef)

Facebook Comments