Radar Kendal

Kendal Jadi Role Model Implementasi Smart City

Kendal Jadi Role Model Implementasi Smart City

RAIH PRESTASI – Bupati Kendal Mirna Annisa sampaikan Pemkab Kendal terpilih menjadi salah satu role model dalam implementasi Smart City di Indonesia di Program Gerakan Menuju 100 Smart City.
NNUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

*Bupati Serius Garap Smart City Bisa Mendunia

KENDAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal terpilih menjadi salah satu role model (teladan,red) dalam implementasi Smart City di Indonesia. Prestasi itu didapat bersama dengan 49 kabupaten dan kota lainnya di Indonesia. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sudah dilakukan Pemkab Kendal bersama kabupaten dan kota lainnya dengan Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementrian Kominfo RI terlkait Program Gerakan Menuju 100 Smart City.

Bupati Kendal, Mirna Annisa, mengatakan, sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Kendal akan menindaklanjuti MoU tersebut dengan tindakan nyata. Terkait smart city, Kendal sudah mulai sejak 2016 melakukan aplikasi terkait pelaporan masyarakat (e-goverment), dan pada 2018 sudah mulai ditangani serius di Dinas Kominfo.

“Saya sangat apresiasi dengan antusiasme seluruh jajaran OPD dan masyarakat dalam memanfaatkan program yang ada dengan baik berkenaan dengan Smart City,” kata Bupati Mirna di kegiatan Jumpa Pers dengan tema “Kabupaten Kendal Menuju Smart City” di Operation Room (OR) Kompleks Kantor Bupati Kendal, Selasa (15/5).

Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Kendal Masrur Masykur, Sekretaris Daerah Moh Toha, Kepala Baperlitbang Kendal Winarno, dan Kepala Diskominfo Muryono.

Bupati mengatakan, banyak sekali yang diaplikasikan di wilayah Kabupaten Kendal dengan adanya Smart City. Ia berharap banyak pihak termasuk masyarakat dan media mendukung apa yang diimpikan untuk mewujudkan Kabupaten Kendal mendunia. Dalam program Gerakan Menuju 100 Smart City diikuti sebanyak 160 peserta kabupaten / kota se Indonesia. Kabupaten Kendal masuk 50 besar peserta yang terpilih melaksanakan program tersebut.

“Untuk merealisasikannya, pemerintah tentunya tidak akan bekerja sendiri. Partisipasi peran serta masyarakat sangat diharapakan gunamendukung program itu. Saya berharap program ini nanti bisa mengangkat harkat dan martabat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kendal,” ungkap Mirna.

Sementara itu, Kepala Baperlitbang Kendal, Winarno, mengatakan, program smart city dilatarbelakangi adanya tuntutan untuk mewujudkan kota dengan lingkngan tempat tinggal yang layak, adanya kemiskinan, pengangguran termasuk kesenjangan sosial sumberdaya manusia.

“Dalam mewujudkanya, Pemkab Kendal punya strategi makro, yakni efisiensi birokrasi dengan teknologi informasi komunikasi; membangun infrastruktur sebagai sarana dan faktor pendukung dan melibatkan masyarakat,” kata dia.

Winarno, mengungkapkan, tujuan Smart City adalah menciptakan integrasi, sinkronisasi dan sinergitas antar perencanaan, pengembangan Smar City dan pemangku kepentingan; menyediakan landasan materi dan implementasi rencana pembangunan yang didasari konsep Smart City. Kemudian menjamin terakomodasinya sasaran pembangunan di RPJMD dan memebentuk pengembangan smart city yang efektif dan efisien.

“Ketika nanti akan melaksanakan Smar City, tidak terlepas dari RPJMD Kabupaten Kendal sesuai dengan visi misi Bupati yang telah ada,” ungkap dia.

Winarno menjelaskan, pada 2018 Pemkab Kendal bakal membuat masterplan Smat City yang diawali dengan diskusi-diskusi untuk menyamakan persepsi. Rancangan smar city meliputi berbagai indikator yakni smart government, smart people, smart economy, smart living, smart mobility dan smart evironment. Hal tersebut merupakan landasan awal pembangunan Smart City sesuai RPJMD Kabupaten Kendal. Dari enam indikator tersebut ada beberapa yang menjadi prioritas. “Tahun 2019 arah kebijakan pembangunan ” Kendal Mandiri ” dengan fokus ekonomi kerakyatan, penurunan kemiskinan dan penurunan penganguran sekaligus peningkatan partisipasi pemuda,” tandas dia.

Winarno menambahkan, dari dimensi-dimensi tersebut yang akan menjadi prioritas adalah smart economy sebagai salah satu komponen utama master plan. Indikator sumber daya manusia, keterpaduan sosial, ekonomi, menejemen, tata kelola pemerintahan, lingkungan hidup, transportasi, perencanaan kota dan hubungan internasional sebagai faktor pendukung. (adv/nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments