Neutron Yogyakarta
Radar Pendidikan

Bupati Batang: Biasakan Mengaji Usai Salat Maghrib

SMPN 8 Batang

MENGAJAR – Bupati Batang, Wihaji saat mengajar di SMPN 8 Batang, Selasa (15/5). Wihaji juga memberikan hadiah tabungan pelajar bagi siswa yang dapat berhasil melakukan tantangan yang ia berikan.
NOVIA ROCHMAWATI / RADAR PEKALONGAN

*SMPN 8 Batang

BATANG – Bupati Batang, Wihaji kembali menyelenggarakan kegiatan Bupati Mengajar, Selasa (15/5). Dalam kegiatan yang digelar SMPN 8 Batang ini, Wihaji mengimbau agar para pelajar membiasakan mengaji usai salat maghrib.

Menurutnya mengaji usai salat maghrib hingga menjelang waktu isya memiliki banyak manfaat dan tentunya pahala. Ia meyakini pula jika mengaji dapat menjadi benteng para pelajar dari kenakalan remaja dan pengaruh negatif globalisasi.

“Siapa yang di sini suka mengaji? Saya harap agar kalian dapat rajin mengaji. Khususnya setelah maghrib sampe menjelang salat isya, jangan buat nonton TV. Jika dijalani terus insyaallah masa depan kalian bakal lebih cerah lagi,” ajak Wihaji.

Wihaji juga mengajak siswa SMPN 8 Batang, atau yang dikenal dengan SWOL ini untuk bijak berteknologi. Kecanggihan teknologi ini diharapkan dapat digunakan untuk menunjang tugas mereka sebagai pelajar. Bukan malah melalaikan tugas mereka sebagai pelajar maupun anak. Dalam kesempatan ini, Wihaji juga memberikan tabungan pelajar senilai Rp500.000 ke beberapa pelajar yang dapat menyelesaikan tantangan darinya.

Sementara itu Kepala SMPN 8 Batang, Moehamad Santoso SPd MSi, berharap arahan Bupati Wihaji dapat dilaksanakan oleh siswanya. Pendidikan karakter sendiri memang menjadi PR dan fokus utama bagi kepala yang baru menjabat sekitar dua bulan ini.

Saat ini infrastruktur juga menjadi perhatian lelaki yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMPN 2 Kandeman ini. Di sekolahnya ada sekitar delapan kelas yang kurang layak huni. Beberapa bagian atap kelas jebol dan banyak lantai yang rusak. Rencananya pihaknya akan mendapatkan bantuan dari APBN untuk merehab empat dari delapan kelas yang rusak.

“Alhamdulillah kemarin ada kunjungan dari bapak Dirjen. Setelah pemantauan mereka rencananya bakal membantu rehab empat dari delapan kelas. Nah tadi juga sudah ada peninjauan juga dari Pak Bupati dan Pak Kadisdikbud. Harapan kami ke depan, ada rehab untuk empat kelas lainnya sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lebih tenang,” terangnya.

Di tahun ajaran 2017-2018 ini pihaknya memiliki 325 siswa. Ke depan pihaknya berharap dapat menciptakan inovasi program yang dapat mewadahi dan menfasilitasi minat serta bakat siswa SMPN 8 Batang. Untuk pembinaan karakter sendiri pihaknya sudah membiasakan kegiatan membaca asmaul khusna sebelum pembelajaran dimulai.

“Sementara ini untuk masa awal jabatan kami tengah menganalisa apa yang perlu dievaluasi dan tingkatkan. Ke depan mungkin baru akan kami rencanakan mau program-program peningkatan skill bagi siswa. Mungkin berkaca dari pengalaman sebelumnya di SMPN 2 Kandeman, barangkali kami juga akan membawa SWOL untuk menjadi sekolah adiwiyata. Tapi ini baru semacam rencana, nanti akan kami pikirkan lebih matang lagi. Yang jelas kami harap SMPN 8 dapat meluluskan siswa dengan kualitas dan karakter yang apik,” tandasnya. (nov/*)

Penulis: Novia Rochmawati | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments