Metro Pekalongan

Puluhan Ribu Warga Hadiri Peringatan Maulid di Masjid Jami

Handarbeni

MAULID – Puluhan ribu warga, bersama habaib, TNI Polri, ulama, kiai, pemda, dan tokoh lintas agama menghadiri peringatan maulid nabi di depan Masjid Jami, Kota Pekalongan, Senin (14/5) malam.
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – Sedikitnya 20 ribu warga Kota Pekalongan, dan sekitarnya menghadiri acara “Pekalongan Bersholawat” dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW di depan Masjid Jami, Kauman, Kota Pekalongan, Senin (14/5) malam.

Pada kegiatan yang mengusung tema “Handarbeni NKRI Harga Mati” ini dihadiri pula Rais Aam Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh An Nahdliyyah, Habib Luthfi bin Ali bin Yahya, para habaib, para kiai, Dandim 0710/Pekalongan dan jajarannya, Wakapolres Pekalongan Kota dan jajarannya maupun perwakilan jajaran TNI-Polri se eks Karesidenan Pekalongan, serta perwakilan aparatur pemda. Hadir pula perwakilan tokoh lintas agama di Kota Pekalongan.

Peringatan maulid ini merupakan penutup rangkaian peringatan maulid yang digelar Kanzus Sholawat, menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1439 H.

Acara dimeriahkan dengan lantunan sholawat dan simtud duror yang dibawakan Az Zahir bersama Habib Ali Zaenal Abidin. Dilanjutkan dengan sejumlah sambutan dan mauidhoh khasanah oleh beberapa tokoh dan ulama.

Pangdam IV Diponegoro yang diwakili oleh Waka Bintal Kodam IV Diponegoro, Letkol CAJ Abu Haris M MAg, dalam ceramahnya diawali dengan pembacaan doa kepada para personel Polri yang gugur karena serangan teror saat bertugas, serta doa kepada para korban aksi terorisme.

Dalam ceramahnya, dia mengingatkan umat muslim bahwa sebentar lagi akan menjalankan ibadah puasa ramadan. Puasa ramadan ini membawa banyak manfaat. “Buah dari puasa jika kita berpuasa dengan sungguh-sungguh kita akan diberi jalan keluar dari setiap permasalahan hidup kita,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Letkol Abu Haris juga mengingatkan bangsa Indonesia harus bersatu padu. “Tidak ada kekuatan yang melebihi dari persatuan dan kesatuan. Mari tunjukkan bahwa kita bangsa Indonesia masih bersatu padu dan tidak ada celah untuk memecah belah Indonesia,” tegasnya.

Sementara, Habib Luthfi bin Ali bin Yahya, di sela-sela acara maulid tersebut menyampaikan bahwa peringatan maulid digelar untuk meningkatkan ketaqwaan kita pada Allah SWT dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW.

Peringatan maulid juga dijadikan momentum untuk meningkatkan semangat nasionalisme, semangat persatuan dan kesatuan demi NKRI, dan mengingatkan kembali umat muslim maupun seluruh elemen bangsa Indonesia untuk selalu mengingat sejarah.

“Baik itu sejarah para sahabat Nabi, ulama, kiai, dan sejarah bangsa Indonesia. Harapannya agar kita menjadi bangsa yang tidak melupakan sejarah,” jelas Habib Luthfi.

Acara peringatan maulid ini sebelumnya dirangkai pula dengan kegiatan ziarah ke makam Habib Ahmad bin Thalib Alatas dan Habib Hasyim bin Yahya di Sapuro pada Senin (14/5) dini hari. Dilanjutkan malam harinya dengan kirab merah putih dan pawai budaya dengan titik start kawasan Jetayu dan finish depan Masjid Jami. (way)

Facebook Comments