Metro Pekalongan

Pedagang Jalan Mangga Temui DPRD Kota Pekalongan

Pedagan Mangga

MENGADU – Pedagang di Jalan Mangga mengadu ke DPRD terkait penolakan pedagang untuk dipindah dari lokasi berjualan saat ini.

Gigih Menolak Pindah

Setelah hari sebelumnya mendatangi Pemkot untuk menyampaikan aspirasi, Selasa (15/5), giliran pedagang Pasar Banjarsari yang ada di Jalan Mangga menemui DPRD.

Aspirasi mereka tetap, yakni menolak dipindah dari Jalan Mangga yang sudah belasan tahun mereka tempati sebagai lokasi berjualan. Mereka juga menolak jika harus disatukan dengan pedagang konveksi maupun fashion.

Salah satu pedagang, Pitoyo mengatakan, saat ini pembangunan pasar darurat di Jalan Mangga masih terus berjalan.
Dikatakannya, pedagang khawatir jika dalam waktu dekat diminta untuk pindah. “Kalau pindah cari pelanggannya susah. Sampai sekarang kami masih berjualan disana, dan kami akan tetap pertahankan agar tidak dipindah,” tuturnya.

Saat ini, sambung Pitoyo, pedagang di Jalan Mangga sudah bergantian untuk menempati dengan sistem sift yakni sift pagi, siang dan sore. ” Di Jalan Mangga itu sudah dibagi sift, gantian pagi sampai sore. Pagi jualan cincau, siang jualan daun pisang sorenya untuk jualan tahu. Sehingga tidak mungkin kalau diisi lagi,” tambahnya.

Ia mengusulkan jika memungkinkan pasar darurat yang ditempatkan di Jalan Mangga agar bisa dipindah ke lokasi lain misalnya di Jalan Blimbing yang bangunan pasar daruratnya belum mulai didirikan. “Mungkin tidak pasar darurat Jalan Mangga dipindahkan ke Blimbing. Intinya saya dan teman-teman minta jangan dipindah. Fashion atau batik dipindah atau ditata dimana saja silakan tapi jangan di Jalan Mangga,” usulnya.

Atau dikatakan Pitoyo, jika harus diisi pasar darurat maka ia meminta agar jangan pedagang fashion dan konveksi yang ditempatkan disana, namun pedagang sayur. “Jalan Mangga jangan digunakan untuk konveksi tapi khusus untuk sayuran. Karena kalau jualan bareng sama batik tidak memungkinkan. Kami berharap masalah sudah selesai sebelum puasa,” katanya.

Akan Panggil Eksekutif

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi B, Budi Setiawan mengatakan akan mengkomunikasikan dengan pihak eksekutif terkait masalah tersebut. Komisi B berencana akan memanggil OPD terkait untuk menggelar rapat kerja untuk mencari solusi atas masalah yang disampaikan pedagang di Jalan Mangga. “Nanti kami akan coba sampaikan ini ke eksekutif. Kami coba sampaikan harapan-harapannya seperti apa kami akan coba perjuangkan,” ucapnya.

Wawan, sapaan akrabnya juga akan mencoba menyampaikan solusi lain yakni kemungkinan tidak memindah pedagang di Jalan Mangga tapi mereka berdampingan dengan pedagang konveksi. Atau tawaran lainnya, pedagang di Jalan Patiunus yakni pedagang sayuran dan sembako dipindah ke Jalan Mangga ditukar dengan pedagang fashion dan konveksi.

Anggota Komisi B, Fauzi Umar Lahji yang ditemui usai kegiatan mengatakan, DPRD akan terlebih dulu bertabayyun dengan instansi terkait mengenai masalah yang disampaikan pedagang. Untuk saat ini, dikatakan Fauzi pihaknya belum bisa memberikan solusi karena harus mendengar penjelasan dari eksekutif. “Besok kami akan adakan rapat kerja membahas masalah ini. Kami akan dengar dulu keterangan dari eksekutif,” tandasnya. (nul)

Facebook Comments