Radar Kajen

Keluarga Ortu AR ke Jakarta

Rumah Keluarga AR

LENGGANG – Karena belum ada kabar dari Mabes Polri, pihak keluarga orang tua AR yang diduga terlibat jaringan teroris dan meninggal akibat baku tembak di wilayah Cianjur Jawa Barat, Senin (14/5) malam menuju ke Jakarta.

Memastikan Jenazah

Lantaran belum ada kabar dari Mabes Polri, orang tua AR terduga jaringan teroris dan meninggal akibat baku tembak di wilayah Cianjur Jawa Barat, Senin (14/5) malam, menuju ke Jakarta. Hal itu dilakukan guna memastikan bahwa jenazah AR.

Data diketahui, orang tua AR yaitu S menuju ke Rumah Sakit Bhayagkara Kramatjati bersama seorang pengemudi didampingi kakak iparnya.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Bambang Riyanto ketika ditemui, kemarin. Menurutnya, adanya kabar AR meninggal di Cianjur, selang sehari kemudian perwakilan dari keluarga langsung ada yang berangkat ke Jakarta.

“Iya, kemarin malam (Senin) sekira jam 21.00 wib orang tuanya langsung berangkat menuju Rumah Sakit Bhayankara di Jakarta. Ya, karena sampai saat ini belum ada kabar secara resmi dari Jakarta,” terangnya.

Diakui, apakah itu benar atau tidak bahwa nanti untuk pemakaman jenazah diserahkan ke pihak keluarga. “Kalau sudah benar nanti untuk pemakaman dimana kita serahkan ke pihak keluarga,” lanjutnya.

Sebelumnya, pihak keluarga AR yang ditemui oleh sejumlah awak media mengaku syok. Karena keluarga tidak mengetahui selama mengikuti hal tersebut.

Seperti diketahui, Kepolisian Resort Pekalongan terus memantau perkembangan jaringan terduga teroris yang salah satunya warga Kesesi, yang meninggal akibat baku tembak di wilayah Cianjur.

“Detailnya itu kewenangan ada di Humas Mabes Polri, namun dari profil saudara AR ini kita sudah ada datanya,” terang Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan kepada awak media, Senin (14/5).

Untuk mengentahui perkembangan lebih lanjut, pihaknya terus berkoordinasi bersama pihak keluarga. “Rencana pemakaman kita belum tahu dari keluarga, dan kita hanya sebatas monitor untuk kegiatan di kediaman dan bagaimana langkah selanjutnya,” tandasnya.

Seperti diketahui, Warga Kota Santri digegerkan adanya seorang warga yang diduga terlibat jaringan teroris. Pria berinisial AR (33) dikabarkan meninggal dunia akibat tertembak Tim Densus 88 di Terminal Pasirhayam, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Minggu (13/5) sekitar pukul 02.00 WIB.

Dari pantuan Radar di lokasi bahwa warga baru mendengar adanya kabar tersebut. Bahkan pria berinisial AR dalam kesehariannya adalah tergolong orang baik dan pandai bergaul. Pria dari halmamater Perguruan Tinggi Negeri di Semarang menurut pengakuan warga lebih memilih untuk berdagang guna mencukupi kebutuhan keluarganya.

Sementara pintu rumah berwarna kuning tersebut nampak tertutup. Di sekitarnya beberapa warga berkumpul dan memperbincangkan kejadian yang menimpa tetangga mereka.

“Orangnya baik mas dan keluarga pun dalam kesehariannya cukup sederhana,” ungkap salah seorang tetangga terduga, Dibyo ketika di warung.

Ia menambahkan warga sekitar kaget saat mendengar kabar AR tertembak Tim Densus 88 di Cianjur. (yon)

Facebook Comments