Radar Kajen

Bupati Pekalongan Tekankan Nilai Religius

FGD Religius

FGD – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memberikan sambutan dalam acara Focus Group Discution (FGD) Refleksi Sistem Managemen dan Mutu Pendidikan di Lingkungan Nahdlatul Ulama dan Pelantikan Pengurus Cabang Guru NU (Pergunu) di Gedung NU Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Minggu (13/5) lalu.
MUHAMMAD HADIYAN

Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi, menyampaikan harapannya terkait pendidikan di Kabupaten Pekalongan yang saat ini belum begitu memuaskan, meskipun prestasi akademiknya meningkat. Menurutnya, kualitas pendidikan di Kota Santri belum bisa dibanggakan sebelum adanya penguatan wajah pendidikan dengan nilai-nilai religius.

“Mari kita kuatkan aqidah anak-anak kita dan kalau perlu mulai di tingkat PAUD,” kata Bupati Asip dalam acara Focus Group Discution (FGD) Refleksi Sistem Managemen dan Mutu Pendidikan di Lingkungan Nahdlatul Ulama dan Pelantikan Pengurus Cabang Guru NU (Pergunu) yang digelar di Gedung NU Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Minggu (13/5) lalu.

Lebih lanjut Bupati menekankan pentingnya aqidah dimiliki oleh anak-anak didik karena aqidah adalah sesuatu yang inheren/melekat di dalam hati anak-anak. Menurutnya, kalau mereka tidak berbekal aqidah yang baik, mereka dapat menjadi pengikut radikalisme.

Oleh karena itu Bupati berwacana untuk menerapkan pengamalan aqidah di sekolah-sekolah negeri agar anak-anak didik di sekolah negeri tidak hanya mengenal pendidikan formal saja tetapi juga supaya nanti kalau mereka kuliah di Perguruan Tinggi manapun akidahnya tidak neko-neko karena fundamentalnya sudah kuat.

“Sedang saya coba dan mungkin bisa menjadi perspektif di negara ini. Sekolah negeri ini aqidahnya akan dibawa kemana? Jangan hanya aqidah ke-Nu-an, Muhammadiyah, dan Rifaiyah dimiliki di sekolah Nu, Muhammadiyah atau Rifaiyah saja, karuan itu. Inilah yang sedang saya godog, kalau sudah setuju semua maka ini juga akan saya lounching penguatan aqidah ke- NU-an, ke-Muhamadiyah-an, maupun ke-Rifaiyah-an yang ada di Kabupaten Pekalongan,untuk diajarkan di Sekolah Negeri” ujarnya.

Dalam pendidikan, hal yang tak kalah pentingnya menurut Asip adalah bagaimana memajukan pendidikan di Kabupaten Pekalongan karena menurut beliau, saat ini kita terlalu banyak mengajar tetapi lupa mendidik, terlalu banyak kalimat verbal tetapi miskin uswah (tingkah laku). “Ketika kita ingin melakukan analisis tentang keunggulan, kekurangan sekaligus kebutuhan pendidikan di Kab. Pekalongan, maka kita harus selalu bekerjasama dan bersinergi,” tambah Asip.

Selanjutnya atas nama Pemkab. Pekalongan tak lupa Asip menyampaikan rasa terimakasihnya dan apresiasi pada PERGUNU (Persatuan Guru NU) sebagai salah satu wadah guru di Kabupaten Pekalongan yang anggotanya terdiri dari para guru baik guru formal maupun informal seperti Ustadz/Ustadzah, Dosen dan sebagainya atas kerjasamanya dalam memajukan kualitas pendidikan di Kab. Pekalongan ini. “Dengan PERGUNU kita akan semakin bersinergi lebih luas lagi, dan yang penting guru menjadi pilar utama dari kebangkitan bangsa,” tambahnya.

Ditambahkan Asip, ada beberapa point yang perlu disinergikan terkait usaha keras Pemkab. Pekalongan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar maupun menengah baik formal maupun informal di Kabupaten Pekalongan. Dijelaskannya, saat ini ada 4 hambatan yang diyakini menjadi sesuatu penyebab kualitas pendidikan di kab. Pekalongan belum memuaskan.

Dijelaskan, hambatan yang pertama adalah adanya perbedaan antara sekolah Negeri dan Swasta, kedua, Disparitas atau kesenjangan geografis sehingga sekolah di daerah atas perlu mendapat perhatian khusus. Hambatan ketiga adalah distribusi guru yang tidak merata dan yang terakhir fasilitas yang harus mendapat perhatian khusus. “Ayo bahu membahu dalam rangka memerangi empat persoalan mendasar yang kami yakini menjadi hambatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kab. Pekalongan yang belum memuaskan,” ajak Asip. (yan)

Facebook Comments