Radar Batang

Diminta Seriusi Pengelolaan Agrowisata

Kunker Komisi C

KUNJUNGAN – Jajaran Komisi C saat kunjungan ke BBH Clapar, kemarin. Mereka berharap ada kawasan itu dikembangkan sebagai wisata edukatif dan rest area.
AKHMAD SAEFUDIN

Kunker Komisi C ke BPH Clapar

Komisi C DPRD meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang memberikan atensi lebih terhadap pembangunan di sektor pertanian, terutama dalam kaitannya menyokong program pariwisata. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan kerja mereka ke Balai Benih Hortikultura (BBH) Clapar, Kecamatan Subah, Selasa (15/5).

Rombongan Komisi C dipimpin ketuanya H Sunarto, didampingi sekretaris Kukuh Fajar Romadon, serta anggota H Muafie dan Taufik Ikhsanudin S Pt serta Rustriasih. Sementara dari unsur dinas, ada Umi selaku Kepala BBH, KTU Fauzi dan Wisnu, serta Sekretaris Disparpora Nano Suprayitno.

Mereka menyesalkan kondisi BBH Clapar yang disebut minim sentuhan. “Komisi C belum melihat adanya perubahan dalam pengelolaan BBH Clapar. Padahal, kami sebelumnya pernah merekomendasikan optimalisasi pengelolaannya untuk menjadi rest area serta tempat wisata edukatif,” kata Sunarto.

Rekomendasi Komisi C menurutnya sangat realistis dan menjadi upaya menyokong program pariwisata yang tengah digencarkan Bupati. Karena itu, Sunarto berharap ada perencanaan dan penataan serius terhadap unit Dispaperta agar manfaatnya bisa lebih optimal.

“Kalau program visit Batang 2022 ingin sukses, semua potensi wisata harus ditata dengan serius, termasuk BBH Clapar,” tandasnya.

Senada, Kukuh Fajar Romadon juga menilai Pemkab perlu lebih serius memperhatikan sektor pertanian, terutama yang bisa berdayadukung terhadap program wisata. Penataan BBH Clapar kata dia membutuhkan dukungan anggaran yang memadai. “Ini butuh komitmen Bupati dan jajarannya agar sektor pertanian juga bisa berkembang dengan baik. Melihat tren wisata alam yang masih naik daun, agrowisata dan wisata pertanian lainnya bisa sangat menjanjikan,” ucapnya.

Sementara Taufik Ikhsanudin pembangunan pariwisata tetap dilakukan secara sinergis dengan sektor lainnya, termasuk pertanian. Justru, kata dia, pertanian menjadi faktor sangat potensial untuk menopang suksesnya pariwisata.

“BBH Clapar itu misalnya sangat potensial, lokasinya strategis di lintasan jalur nasional pantura. Kawasan itu sangat prospektif untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata pertanian edukatif, maupun ditata untuk rest area. Harapan kami, jelang arus mudik dan balik nanti, Clapar sudah bisa difugsikan untuk rest area,” bebernya.

Terkait perlunya sinergitas, Muafie meminta jajaran OPD menekan kecenderungan ego sektoral yang selama ini masih menggejala di setiap pembahasan anggaran. Masalah BBH Clapar menurutnya membuktikan pentingnya koordinasi dan sinergi, misal Dispaperta dan Disparpora.

“Kalau masing-masing OPD masih kekeh dengan kepentingan sektoralnya, sulit untuk berharap program-program unggulan Bupati bisa berjalan optimal,” pesannya. (sef)

Facebook Comments