Radar Kendal

IPM dan PDM Kecam Terorisme

IPM dan PDM Kecam Terorisme

PERYATAAN SIKAP – Berikan pernyataan sikap, PD IPM dan PDM Kendal mengecam aksi terorisme.
NUR KHOLID MS / RADAR PEKALONGAN

*Menyusul Terduga Teroris BerKTA IPM

KENDAL – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kendal membuat pernyataan sikap mengecam aksi terorisme. Pernyataan tersebut menyusul adanya dua remaja yang diduga ingin menyerang anggota polisi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Sabtu (12/5), , yang salah satunya memiliki KTA Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kendal, yakni DSM (18) warga Dusun Jambon, RT 009/RW003, Desa Jambon, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung.

Pernyataan sikap itu disampaikan Ketua Umum PD IPM Kendal, Muhammad Nuzulul Farqi, saat jumpa pers di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Senin (14/5). Jumpa pers didampingi H Muslim Rahmadi, Ketua PDM Kendal dan Yusuf Darmawan Sekertaris PDM Kendal. “Ada empat poin pernyataan sikap, yakni Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai sayap organisasi pelajar Muhammadiyah mengecam segala bentuk tindakan atau aksi terorisme dan membawa paham yang menyebabkan kerusakan dan keutuhan NKRI,” kata dia.

Dikatakan, Ketua Umum PD IPM, Kartu Tanda Anggota (KTA) adalah kartu yang dimiliki setiap siswa yang bersekolah di Perguruan Muhammadiyah yang kedudukannya sama seperti kartu pelajar pada umumnya. KTA tersebut berlaku selama menjadi siswa. Apabila siswa tersebut selesai pendidikannya di sekolah, maka status keanggotaanya kartu tersebut sudah tidak berlaku. Oleh karenanya, PD IPM Kendal menegaskan bahwa DSM lulus dari Pondok Darul Arqam tahun 2017.

“Karena telah lulus, maka KTA IPM secara otomatis dinyatakan tidak berlaku, sehingga tidak bisa dikaitkan dengan kejadian tersebut. Saya minta bagi seluruh kader IPM dan masyarakat untuk tabayyun dan bersikap bijak dalam menyikapi seluruh informasi yang diperoleh berkaitan dengan isu tersebut,” tandas M Nuzulul Farqi.

Sementara Ketua PDM Kendal H Muslim Rahmadi menegaskan mengutuk keras tindakan anarkis teroris. Karena hal itu tidak ada ajaranya di dalam agama Islam. Justru Muhammadiyah menjaga kebersamaan kepada siapaun orangnya. Kemudian ada muncul seperti ini kami sangat prihatin dan menyayangkan,” kata dia. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments