Radar Kajen

Polres Pantau Perkembangan Teroris

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan

KETERANGAN – Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan memberikan keterangan kepada sejumlah awak media terkait adanya warga terduga jaringan teroris.
TRIYONO

KAJEN – Kepolisian Resort Pekalongan terus memantau perkembangan jaringan terduga teroris yang salah satunya warga Kesesi, yang meninggal akibat baku tembak di wilayah Cianjur.

“Detailnya itu kewenangan ada di Humas Mabes Polri, namun dari profil saudara AR ini kita sudah ada datanya,” terang Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan kepada awak media, Senin (14/5).

Untuk mengentahui perkembangan lebih lanjut, pihaknya terus berkoordinasi bersama pihak keluarga. “Rencana pemakaman kita belum tahu dari keluarga, dan kita hanya sebatas monitor untuk kegiatan di kediaman dan bagaimana langkah selanjutnya,” tandasnya.

Seperti diketahui, Warga Kota Santri digegerkan adanya seorang warga yang diduga terlibat jaringan teroris. Pria berinisial AR (33) dikabarkan meninggal dunia akibat tertembak Tim Densus 88 di Terminal Pasirhayam, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Minggu (13/5) sekitar pukul 02.00 WIB.

Dari pantuan Radar di lokasi bahwa warga baru mendengar adanya kabar tersebut. Bahkan pria berinisial AR dalam kesehariannya adalah tergolong orang baik dan pandai bergaul. Pria dari halmamater Perguruan Tinggi Negeri di Semarang menurut pengakuan warga lebih memilih untuk berdagang guna mencukupi kebutuhan keluarganya.
Sementara pintu rumah berwarna kuning tersebut nampak tertutup. Di sekitarnya beberapa warga berkumpul dan memperbincangkan kejadian yang menimpa tetangga mereka.

“Orangnya baik mas dan keluarga pun dalam kesehariannya cukup sederhana,” ungkap salah seorang tetangga terduga, Dibyo ketika di warung.

Ia menambahkan warga sekitar kaget saat mendengar kabar AR tertembak Tim Densus 88 di Cianjur.

“Warga sangat kaget mendengar kabar tersebut. Pihak keluarga juga sudah mengetahui kabar itu dari pagi hari,” imbuhnya.

Terpisah Kepala Desa Kesesi, Bambang Riyanto, mengaku pihak desa dan keluarga istri belum mendapatkan informasi resmi dari pihak terkait atas terduga teroris AR yang meninggal dalam baku tembak dengan Densus 88 Antiteror di Cianjur tersebut. Ia sendiri mengaku mendapatkan kabar tersebut dari informasi yang menyebar melalui whatssapp (WA).

“Jika melihat dari KTP-nya ya warga Desa Kesesi. Namun sampai saat ini kami belum mendapat informasi resmi dari pihak terkait. Informasi baru kami dapat dari WA,” terang dia.

Bambang mengaku sudah bertemu dengan istri AR dan orangtuanya. Ia sendiri belum bisa memberikan kepastian, apakah AR tersebut benar warga desanya atau bukan, sebab belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.

“Saya sudah bertemu dengan istri dan mertuanya, namun belum bisa memastikan. Tadi pihak keluarga juga masih menunggu, langkah apa yang akan dilakukan. Mereka masih syok, sehingga belum bisa ngobrol banyak. Intinya kalau itu memang benar, itu adalah pilihan hidupnya. Kami juga masih menunggu kepastian apakah AR ini memang benar warga sini atau bukan,” katanya.

Istri dan metuanya, lanjut dia, tidak mengira jika AR terlibat jaringan. Sebab, pihak keluarga hanya mengetahui jika AR berjualan. Menurutnya, sikap AR selama ini juga tidak aneh.

“Selama ini saya komunikasi dengan dia tidak ada hal-hal yang aneh. Saya kalau ngobrol tentang herbalnya,” imbuhnya. (Yon)

Facebook Comments