Features

Kasus Naik, Per Mei 2018, Ada 15 Kasus

Arini Harimurti

Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti

Melihat Perkembangan Peredaran Narkoba di Kalangan Remaja

Peredaran narkoba di kalangan remaja semakin memprihatinkan. Bagaimana penanggulangannya? M Hadiyan, Kajen

Memprihatinkan. Itulah yang dirasakan Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti yang juga Ketua Tim Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), melihat maraknya peredaran narkoba di kalangan remaja. Pasalnya, di Kabupaten Pekalongan, angka kasus penyalahgunaan narkoba pada anak di bawah umur cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Dijelaskan, data kasus narkoba anak di bawah umur di Kabupaten Pekalongan, ada 22 kasus pada 2016, kemudian meningkat menjadi 30 kasus di tahun 2017. “Sedangkan di awal 2018 sampai pertengahan Mei 2018 ini, ada 15 kasus narkoba untuk anak di bawah umur,” terang Arini.

Mereka sangat rawan, karena kondisinya masih labil. Sehingga perlu perhatian lebih. “Narkoba mudah menyasar ke pelajar atau anak di bawah umur, karena memang kondisi mereka masih labil. Dan rasa ingin tahunya tinggi,” ujar dia.

Menurutnya, ini cukup memprihatinkan. Pihaknya meminta kepada orang tua agar lebih perhatian dan meningkatkan pengawasan terhadap anak. Cermati setiap perubahan pada anak. “Jangan sampai anak masuk ke jalan yang salah,” kata Wabup Arini.

Pola pendidikan keluarga dan agama yang baik, menurutnya, dapat mencegah kenakalan remaja yang menjurus pada kriminalitas dan penyalahgunaan obat-obat terlarang.

“Sebab, tanpa pendidikan keluarga, maka sulit membentengi perkembangan anak dari pengaruh globalisasi. Dimana saat ini, anak dapat mengakses informasi dari mana saja melalui handphone yang ada di genggaman mereka. Informasi yang buruk dapat membawa dampak buruk, maka perlu orang tua menyaring informasi-informasi yang layak untuk dikonsumsi anak,” tandasnya. (yan)

Facebook Comments