Radar Kajen

14 Remaja “Kumpul Kebo”

Mesum Kumpul Kebo

DIBERI PEMBINAAN – Sebanyak 14 remaja diberi pembinaan petugas Satpol PP, setelah terjaring razia mesum di kos-kosan, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

9 Tempat Kos Diduga Jadi Ajang Mesum

Sembilan kos-kosan di Kecamatan Karanganyar dan Kajen, disinyalir sering dijadikan ajang mesum penghuninya. Terbukti, dalam sehari kemarin, petugas Satpol PP berhasil menjaring 14 remaja yang diduga melakukan hubungan suami istri alias kumpul kebo di tempat-tempat kos itu. Parahnya lagi, empat remaja di antaranya masih di bawah umur.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan, Edi Widiyanto melalui Kasi Operasi dan Pengendalian, Iratra Trisantoso mengatakan, pihaknya berhasil menjaring 14 muda-mudi di sejumlah kos-kosan wilayah Kajen-Karanganyar.

“Dalam razia kemarin, kita menemukan 14 muda-mudi. Ada yang sekamar berdua (laki-laki dan perempuan), ada juga yang laki-lakinya dua perempuannya satu, ada yang laki-laki dua perempuan satu. Empat di antaranya meruapakan remaja yang masih di bawah umur. Semuanya bukan pasangan suami istri, sehingga kita indikasi mereka kumpul kebo,” kata Iratra, kemarin.

Setelah terjaring, mereka pun di bawa ke Kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan. Para remaja mesum ini juga diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

“Mereka kita bina, dan kita beri surat peringatan agar tidak mengulangi lagi. Semuanya wajah baru, belum pernah tertangkap razia. Beberapa perempuan profesinya pemandu lagu,” terang dia.

Dikatakan, operasi kos-kosan ini rutin digelar oleh petugas Satpol PP dengan tujuan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat sesuai dalam Perda No 2 Tahun 2012.

Operasi penyakit masyarakat atau Pekat di kos-kosan dilatarbelakangi oleh laporan dari masyarakat, bahwa terdapat beberapa tempat kos yang diduga sering dijadikan ajang mesum. “Setelah kita selidiki, lalu kita lakukan operasi. Sebagian tempat kos ini juga tidak berizin,” ungkap Iratra.

“Kita juga rutin melakukan pembinaan kepada pemilik kos-kosan agar lebih selektif dalam menerima calon penghuni kos-kosan. Agar tidak digunakan untuk perbuatan asusila yang melanggar peraturan dan mengganggu ketentraman masyarakat,” jelasnya menambahkan.

Menjelang Bulan Suci Ramadan ini, pihaknya akan lebih giat melakukan operasi ke tempat-tempat kos rawan mesum, agar dapat menciptakan ketentraman beribadah masyarakat. “Tidak hanya tempat kos, kita juga akan patroli ke tempat-tempat hiburan. Sebab, selama Ramadan ini, tempat hiburan malam harus tutup,” tandasnya. (yan)

Facebook Comments