Radar Batang

Pengunjung Minggon Jatinan membludak, Ruas Dr Sutomo Ikut Macet

Minggon Jatinan

ANTRE PANJANG – Sejumlah pengunjung harus menunggu antrean panjang untuk sekadar menukarkan uang dengan kreweng. Pemandangan itu menandai pekan terakhir even kuliner itu sebelum libur selama puasa.
AKHMAD SAEFUDIN

BATANG – Efek viralnya pemberitaan Minggon Jatinan di media sosial ternyata belum berakhir di pekan keempat, Minggu (13/5) kemarin. Sejak pagi, jumlah pengunjung sudah membludak, sehingga ruas Jl Dr Sutomo ikut terdampak kemacetan untuk beberapa saat.

Potensi itu sebetulnya sudah diprediksi dan diantisipasi pihak pengelola. Terlebih, kemarin menjadi Minggon Jatinan terakhir sebelum datangnya Bulan Ramadhan. “Selama puasa ramadhan memang kita liburkan, jadi Minggon Jatinan baru buka kembali saat atau setelah syawalan,” kata Humas Minggon Jatinan, Bachtiyar Rivai.

Tak heran, banyak warga tua muda hingga anakk-anakk berbondong-bondong memenuhi even kuliner jadul itu di kawasan Hutan Kota Rajawali (HKR). Bahkan, keramaian telah berlangsung selepas subuh. “Itu ramai dari tadi sebelum subuh, cuma membludaknya ya mulai jam 7 sampai 8 an ini,” tutur seorang pedagang sayuran di seberang eks pasar darurat.

Karena banyaknya pengunjung yang datang, petugas parkir sampai kewalahan menata kendaraan yang akan masuk dan keluar. Di pukul 8.30, antrian kendaraan yang akan masuk bahkan mengular sampai ke ruas Dr Sutomo. Padahal di kanan kiri ruas itu, sepanjang ujung utara sampai depan Gedung Pramuka, puluhan kendaraan roda empat telah memenuhi kanan dan kiri bahu jalan, sehingga lalu lintas arah utara maupun selatan benar tersendat.

Kesibukan juga terjadi di pos penukaran alat transaksi, kreweng. Ada antrian cukup panjang dari para pengunjung yang ingin segera menikmati sensasi kuliner masa kecil itu. Bahkan, bagi pengunjung yang tiba lewat pukul 08.00 WIB, mereka harus kecewa karena sebagian menu mulai habis.

Kawasan hutan jati itu benar-benar disesaki orang. Padahal, para pedagang telah menyiapkan stok dua kali lebih banyak dari pekkan sebelumnya, tetapi tetap tak mampu mencukupi kebutuhan pengunjung seluruhnya.

“Duh, niatnya mau sarapan, eh menunya sudah pada habis ini,” tutur seorang pengunjung, Satriyo.

Meski tetap menjadi bahan evaluasi, membludaknya jumlah pengunjung Minggon Jatinan ikut disyukuri pihak pengelola. Sejak awal, Ketua TP PKK, Ny Uni Kuslantasih beserta pegiat UMKM bahkan berseloroh bahwa suksesnya Minggon Jatinan antara lain diukur saat Jl Dr Sutomo mengalami macet.

“Kalau Jl Sutomo macet, artinya jumlah pengunjung melebihi espektasi kita. Justru itu yang kita harapkan,” ungkap istri Bupati Wihaji itu. (sef)

Facebook Comments