Metro Pekalongan

Ardifa dan Zhafira Juarai Lomba Balita Sehat

Lomba Balita Sehat

JUARA – Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Khusnul Khotimah Saelany Machfudz bersama Kepala Dinkes, Slamet Budiyanto usai menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba balita sehat.
M. AINUL ATHO’

KOTA PEKALONGAN – Ardifa Oceano Mahasin dan Zhafira Zayyana dinobatkan menjadi pemenang lomba balita sehat tingkat Kota Pekalongan tahun 2018 yang digelar Rabu (9/5). Ardifa, menjadi juara pertama dalam kategori umur 6 hingga 24 bulan, dan Zhafira menjadi juara dalam kategori umur 2 hingga 5 tahun.

Menyusul Ardifa sebagai juara dua dan tiga di kategori umur 6 hingga 24 bulan yakni M Arkha Fakhrizqi sebagai juara kedua dan Muwaffaq Alimul Hakim sebagai juara ketiga. Sedangkan di kategori umur 2 hingga 5 tahun, juara kedua diraih Muhammad Ammar Batrisya, dan juara ketiga diraih Baihaqi Adiningrat Istiarso.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi pada Dinkes, Ismanto menjelaskan, tahapan lomba yang digelar Dinkes bersama TP PKK Kota Pekalongan itu dimulai dari tingkat posyandu, kemudian dipilih dua pemenang dari dua kategori mewakili masing-masing puskesmas. Sehingga di tingkat kota, terdapat 28 peserta dari 14 puskesmas yang mewakili dua kategori. “Di tingkat kota ada tiga tahap lomba yakni pemeriksaan status gizi yang terdiri dari tinggi, panjang badan dan lingkar lengan, kesehatan gigi, badan dan psikologis anak. Tahap kedua dilakukan penilaian kunjungan rumah, dimana ada delapan indikator diantaranya pengetahuan gizi, imunisasi, KB, pemberdayaan masyarakat dan pola asuh anak,” jelasnya.

Selanjutnya, nilai tahap 1 dan 2 diakumulasikan dalam babak grand final. Masing-masing kategori diambil juara pertama hingga juara harapan 3. Juara pertama di masing-masing kategori, lanjut Ismanto, juga akan dikirim mengikuti lomba balita sehat tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Penyerahan hadiah kepada pemenang, dilakukan oleh Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Khusnul Khotimah didampingi Kepala Dinkes, Slamet Budiyanto.

Dalam sambutanya, Ketua TP PKK, Khusnul Khotimah mengatakan, masa balita merupakan masa emas sekaligus masa kritis. Fakta seputar balita, menunjukkan adanya hambatan pertumbuhan dan perkembangannya yang disebabkan oleh kekurangan gizi di masa kehamilan. “Jika pada 1000 hari pertama kehidupan gizi yang tidak dapat tercukupi, maka akan menyebabkan anak berperawakan pendek, sehingga mereka menjadi generasi yang tidak bisa bersaing di kemudian hari, yang pada akhirnya menjadi beban bagi keluarga, masyarakat dan negara,” tuturnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, lanjutnya, tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas balita sebagai generasi penerus yang sehat dan berprestasi. “Juga untuk memotivasi masyarakat dalam menurunkan angka balita gizi buruk dan berperawakan pendek, serta terpenuhinya hak-hak anak,” tandasnya. (nul)

Facebook Comments