Features

Arini dan Antono Memberi Motivasi Santri Yatim

Motivasi Santri Yatim

BERI SAMBUTAN – Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti dan suami, Amat Antono, memberikan sambutan dalam Haflah Akhir Sannah Ponpes Darus Salam, Perum Puri Kedungwuni, Jumat (11/5) malam.
MUHAMMAD HADIYAN

Tasyakuran Khataman dan Haflah Akhirussannah Ponpes Darus Salam

Ponpes Darus Salam Perum Puri Kedungwuni menggelar Tasyakuran Khataman dan Haflah Akhirussannah, Jumat (11/5) malam. Seperti apa? M Hadiyan, Kedungwuni

Ada yang beda dalam acara Tasyakuran Khataman dan Haflah Akhirussannah di Ponpes Darus Salam Perum Puri Kedungwuni, Jumat (11/5) malam. Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti bersama suaminya, mantan Bupati Pekalongan, H Amat Antono. Pada kesempatan itu, dua tokoh tersebut memberikan motivasi kepada para santri yatim piatu dan duafa.

Pada kesempatan itu, Arini mengatakan, meskipun dengan keterbatasan ekonomi, para santri diharapkan dapat semangat meraih pendidikan, baik ilmu pengetahuan umum, maupun agama.

“Kami berterimakasih kepada Pondok Darus Salam ini, karena telah turut membantu Pemkab dalam membangun pendidikan di Kota Santri. Apalagi, ponpes ini menggratiskan para santrinya untuk mondok, sekolah, dan kebutuhan makan sehari-hati,” terang Wabup Arini.

Dalam haflah yang dihadiri para wali santri dan tamu undangan itu, Arini mengimbau, agar para orang tua dapat turut mengontrol perkembangan anak di rumah. Mengingat, belakangan ini banyak tindakan kriminal dan asusila yang dilakukan anak di bawah umur.

“Data kasus narkoba saja, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Di Kabupaten Pekalongan, ada 22 kasus di tahun 2016, kemudian meningkat menjadi 30 kasus di tahun 2017, dan hingga Mei 2018 ini ada 15 kasus narkoba untuk anak di bawah umur,” terang Arini.

“Dengan pola pendidikan keluarga dan agama yang baik, insyaallah dapat mencegah kenakalan remaja yang menjurus pada kriminalitas. Keberadaan pondok pesantren ini juga turut membentengi generasi muda dari hal-hal buruk macam itu,” tambahnya menerangkan.

Tak ketinggalan, mantan Bupati Pekalongan, H Amat Antono memberikan sambutan di pondok tersebut. Menurut Antono, tidak semua pondok harus kumuh, namun juga bisa representatif untuk pembelajaran. Pondok juga tidak hanya soal agama, namun juga kehidupan.

“Siapa bilang pondok tidak bisa kaya. Pondok juga harus berkembang, dalam rangka menghadapi arus globalisasi. Namun tetap jangan sampai kehilangan ruh pondoknya,” tegas Antono.

Ia berharap, anak-anak di Kabupaten Pekalongan dapat benar-benar membekali dirinya dengan warisan logika, yaitu Alquran.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Darus Salam, K Moh Khawarizmy Murhis Mahrab atau yang akrab disapa Gus Rizmy, mengucapkan terimakasih atas kehadiran Wakil Bupati Arini Harimurti dan sesepuh Kabupaten Pekalongan, H Amat Antono dalam kegiatan Haflah di ponpesnya.

“Di tengah padatnya agenda ibu Arini dan Pak Antono, kami mengucapkan terimakasih atas kehadiran beliau dalam Haflah Akhir Sannah ini,” tandasnya. (*)

Facebook Comments