Radar Kajen

Awasi Pemilu, Ajak Guru PKn

Panwaskab

PENGAWASAN PEMILU – Guru-guru PKn di Kabupaten Pekalongan diajak Panwaskab untuk menjadi pengawas partisipatif.
TRIYONO

Karena jumlah pengawas minim, Panwaskab Kabupaten Pekalongan mengajak pemilih pemula dan guru-guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Kabupaten Pekalongan untuk ikut menjadi pengawas partisipatif. Dengan begitu, pengawasan bisa berjalan dengan lebih baik.

“Jumlah kami sangat terbatas. Kami hanya punya tiga personel di kabupaten, tiga personel di kecamatan, dan satu personel di tingkat desa, sehingga pengawasan tidak maksimal. Untuk itu, kami mengajak guru PKn menjadi pengawas partisipatif,” ujar Ketua Panwaskab Kabupaten Pekalongan, Dzul Fahmi, di sela-sela Rapat Koordinasi Pengawasan Pemilu Partisipatif di Kabupaten Pekalongan di Hotel Santika, Pekalongan, Senin (13/11).

Menurutnya, dalam pelajaran pendidikan kewarganegaraan ada materi tentang pemilu.

Sehingga, guru PKn bisa menyampaikan materi tentang kepemiluan kepada anak didiknya, baik itu tentang regulasinya dan permasalahan-permasahan yang ada di pemilu.

Diharapkan, para pelajar ini selain bisa menjadi pemilih pemula yang cerdas juga sebagai pengawas partisipatif. “Guru PKn ini bisa menyampaikan kepada peserta didiknya. Kalau satu guru PKn bisa menyampaikan ke 100 peserta didik saja, maka dimungkinkan ada 100 kali 19 (19 kecamatan), sehingga ada 1.900 pengawas partisipatif. Saya anggap nanti sangat maksimal sekali pengawasannya,” ujar Dzul Fahmi.

Oleh karena itu, dalam rapat koordinasi tersebut para guru PKn ini dibekali materi tentang kepemiluan, di antaranya materi tentang regulasi pemilu dan jenis-jenis pelanggaran dan tindaklanjutnya. Narasumber untuk menyampaikan narasumber itu berasal dari akademisi yakni Juhanah yang juga mantan anggota KPU Kabupaten Pekalongan dan Bawaslu Provinsi Jateng, Ketua Bawaslu Jateng Fajar Subkhi, dan dari Panwaskab sendiri. (yon)

Penulis: Triyono & Redaktur: Widodo Lukito