Features

Pengunjung Dimanjakan Panorama Alam, dan Wahana Flying Fox

Wisata Duren Boyo

FLYING FOX – Salah seorang pengunjung bermain wahana flying fox di Objek Wisata Duren Boyo, Dororejo, Doro, Pekalongan, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Menikmati Durian di Objek Wisata Duren Boyo

Objek Wisata Duren Boyo, Doro, memiliki daya tarik yang berbeda dari yang lain. Seperti apa? M Hadiyan, Doro

Baru tiga bulan objek wisata Duren Boyo, Desa Dororejo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, berdiri. Namun, wisata yang baru dibuka secara resmi oleh Dinas Pariwisata setempat, Senin kemarin (7/5), sudah cukup dikenal oleh wisatawan lokal Kota Santri.

Suasana yang sejuk, memanjakan para pengunjung, khususnya para penikmat durian unggulan khas Pekalongan. Nama objek wisata ini sendiri diambil dari nama varietas durian unggulan yang tumbuh di kebun setempat, yakni Duren Boyo. Kelezatan durian tersebut sudah diakui kelezatannya, beberapa kali menang dalam kontes durian, dan mendapatkan sertivikat langsung dari Kementerian Pertanian.

Objek Wisata Duren Boyo, menyuguhkan pemandangan bukit yang masih asri, dengan aliran sungai yang jernih. Di lokasi tersebut juga menyediakan kolam ciblon yang aman untuk anak-anak, terapi ikan, wahana selfie dan flying fox sepanjang 80 meter.

Manager OW Duren Boyo, Yasin Yusuf mengatakan, objek wisata ini sudah dibuka tiga bulan lalu, namun peresmiannya baru kemarin. Opening dihadiri langsung oleh Camat Doro dan Kabid Pariwisata Dinporapar Kabupaten Pekalongan. Prosesi peresmian cukup meriah, dengan adanya lomba mewarnai yang diikuti oleh anak-anak TK se Kecamatan Doro, dan diiring lantunan musik rampak yang dimainkan oleh kelompok Crewsak dari Salabrojo Kedungwuni.

“Rencananya objek wisata ini akan dijadikan sepaket dengan perjalanan wisata di Petungkriyono. Dengan unggulan dari wisata ini, yaitu Durian Boyo,” kata Yasin, kemarin.

Untuk lahan objek wisata Duren Boyo luasnya mencapai 1,3 hektar. Berdirinya objek wisata ini dilatarbelakangi oleh banyaknya penikmat durian boyo asal Dororejo tersebut. Sehingga, lanjut Yasin, dirinya memiliki ide untuk menyediakan ruang bagi para penikmat durian untuk bersantai sambil menikmati pemandangan yang masih asri sembari menikmati durian setempat.

“Dengan adanya objek wisata ini, mereka (wisatawan) tidak hanya bisa membeli durian saja. Namun juga bisa bersantai, dan menikmati durian di tempat,” tambahnya.

Sampai saat ini, objek wisata Duren Boyo masih terbuka oleh umum tanpa menggunakan tiket alias gratis. “Ada rencana ke depan untuk pengadaan tiket. Namun itu nanti, untuk sekarang, kita gratiskan dulu. Itung-itung promosi,” kata Yasin.

Ia berharap, dibukanya Wisata Duren Boyo, dapat menambah popularitas durian khas Pekalongan yang sudah diakui kualitasnya di penjuru nusantara. (*)

Facebook Comments