Radar Batang

Agar Batang Dikenal Lebih Langgeng

Paralayang Batang

PARALAYANG – Spot paralayang yang dibuat di atas Bukit Sikuping, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih ini diharapkan bisa mengangkat nama Kabupaten Batang dikancah nasional.

BATANG – Popularitas Kabupaten Batang sebagai sebuah entitas daerah di Jawa Tengah maupun nasional dinilai masih memprihatinkan. Meski sempat memcuat ke permukaan di kisaran 2015 dan 2016, namun kembali meredup.

Beberapa siswa asli Batang yang pernah bepergian ke luar provinsi maupun luar pulau pun mengaku sering malu ketika menjawab pertanyaan asal daerah. Sebab begitu disebut nama Batang, banyak orang yang tak tahu.

“Malah ada yang menganggap Batang itu luar Jawa. Mereka baru ngeh pas kita nyebut Pekalongan,” tutur seorang siswa.

Karena itu, memperkenalkan Kabupaten Batang ternyata tak cukup hanya mengandalkan popularitas figur by figur. Justru, Batang perlu dikenal sebagai entitas yang utuh, baik manusianya maupun potensi alamnya yang sangat kaya.

Meski belum genap setahun memimpin Batang, Bupati Wihaji pun menyadari permasalahan itu. Namun demikian, menyadari potensi alam, sejarah hingga budayanya, dia pun memiliki optimisme besar bahwa kekayaan itu bisa dikelola, baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya maupun memungkinkan Batang tumbuh menjadi pusat keramaian baru di jalur pantura Jawa Tengah.

“Kami optimis Batang bisa, karena punya segala potensi yang dibutuhkan. Istilahnya palugada, apa yang lu mau gua ada,” ungkapnya.

Menurut Wihaji, jika Batang ingin dikenal luas, maka pertanyaannya adalah apa yang bisa ditawarkan untuk membuatnya terkenal. Karena itu, beberapa program lima tahunan Wihaji-Suyono pun sedikit banyak terkait dengan komitmen untuk mendongkrak citra daerah. Yang pertama adalah target menghadirkan 100 investor. Selain magnet PLTU, peningkatan investasi juga diyakini bisa mendorong perputaran ekonomi sekaligus keramaian, terutama Kota Batang.

Kedua, program visit Batang 2022: Heaven of Asia. Selain merevitalisasi tempat-tempat wisata, program itu juga akan ditopang dengan penataan wajah kota agar lebih cantik. “Untuk penataan wajah kota, kita fokuskan di 2019. Karakternya akan dibangun melalui penataan trotoar dan taman kota,” ucap Wihaji.

Pembenahan wajah kota itu akan semakin komplit seiring rencana pembangunan Batang Super Block di eks pasar darurat. Kawasan itu akan mencakup mall, sport centre, pusat kuliner hingga bioskop. Sementara jalur protokol Jl Dr Sutomo akan disulap menjadi Marioboronya Batang.

“Ini butuh anggaran besar dan tidak mungkin hanya dibebankan pada APBD. Jadi harus menggandeng investor, nanti kita matangkan skemanya agar saling menguntungkan,” pungkasnya. (sef)

Facebook Comments