Features

THR Kramat Jadi Tempat Gelar Pentas Artis Ibu Kota

THR Kramat

WISATA – Taman Hiburan Rakyat (THR) Kramat Batang di Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang.
LAILATUL MAFIYAH

Menengok Tempat Wisata Tertua di Kota Batang

THR Kramat menjadi tempat wisata tertua di Kabupaten Batang sajak tahun 1950-an. Dahulu pada masa ketenarannya, setiap Jumat Kliwon digelar pentas orkes yang menghadirkan artis ibu kota. Seperti apa? Laporan Lailatul Mafiyah
dari Batang

Wisata Taman Hiburan Rakyat (THR) Kramat Batang di Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang ini menjadi wisata tertua di Kabupaten Batang. Wisata yang sudah ada sejak tahun 1950-an ini tumbuh pohon rimbun di dalamnya.

Lahan seluas dua hektar milik Pemerintah Kabupaten Batang ini menarik dikunjungi untuk berlibur di akhir pekan. Di dalamnya terdapat kolam renang dan panggung hiburan. Bukan hanya itu, kolam ikan dan gazebo di pinggirnya juga dapat digunakan untuk memancing.

Tempat ini sekarang tak seramai dahulu. Pasalnya untuk penataan dan rekreasi belum usai, kolam renang seluas 25×50 meter ini belum selesai dibangun. Rencananya kolam ini akan digunakan untuk arena perlombaan.

“Pada era 90an tempat hiburan ini jadi favorit masyarakat Batang, dibangun sejak tahun 1950-an THR Kramat ini bisa dikatakan tempat wisata tertua di Kabupaten Batang,” tutur Penanggung Jawab THR Kramat dari Disparpora Batang, Maryanta kepada Radar, Selasa (17/4).

Maryanta menceritakan pada era tersebut gelaran musik besar menarik masyarakat Batang untuk berbondong-bondong dengan menaiki dokar untuk berkunjung atau meramaikan acara di THR Kramat. “Dahulu tempat ini ramai sekali, hampir seluruh masyarakat Batang datang berbondong-bondong naik dokar menuju ke sini, karena memang tempat ini jadi tempat hiburan satu-satunya di Kota Batang dengan berbagai gelaran musik,” tuturnya.

Maryanta menambahkan bahwa di THR Kramat kerap ada gelaran acara musik orkes yang digelar rutin setiap Jumat Kliwon, bahkan pagelaran musik orkes tersebut turut mengundang artis-artis ibu kota. “Di sini sudah disediakan panggung namanya panggung kramat, ini untuk gelaran musik. Tidak hanya acara musik biasa tapi juga acara musik yang mengundang artis ibu kota seperti Evie Tamala, Den Bagus Ngarso, dan masih banyak lagi,” ungkap Maryanta.

Taman Hiburan Rakyat Kramat yang sudah dibangun pada tahun 1950an tersebut juga tak luput dari mitos-mitos yang dipercaya masyarakat setempat. “Di area THR ini terdapat sungai, namanya sungai kramat. Mitos yang dipercaya masyarakat yaitu kalau mandi di situ bisa cepat dapat jodoh dan pelarisan. Tak hanya masyarakat sekitar tapi juga orang-orang dari luar kota ramai-ramai berkunjung dan mandi di situ. Selain itu, di sini ada makam Syech Kyai Agung Kramat yang ramai dikunjungi untuk berziarah,” imbuhnya.

Seiringnya berjalannya waktu, tempat yang pernah berjaya ini sepi dikunjungi. Dikatakan Maryanta bahwa ini dimungkinkan karena banyaknya tempat wisata. Orkes juga dapat ditemukan di banyak tempat sehingga ketertarikan masyarakat terhadap THR Kramat berkurang drastis.

Pihaknya sebagai penanggungjawab tempat wisata dari Disparpora dan Pokdarwis sudah berupaya untuk menghidupkan kembali tempat hiburan rakyat tersebut. “Kami dari Disparpora dan Pokdarwis setempat sudah berupaya menghidupkan kembali tempat hiburan yang pernah jaya itu dengan menggelar acara musik orkes keroncong gamelan, namun masih sepi penonton,” ujarnya.

Ia berharap tempat hiburan rakyat bisa kembali hidup dan ramai. Jika bisa acara musik yang digelar menghadirkan artis ibu kota lagi sehingga masyarakat juga bisa kembali tertarik untuk berwisata ke tempat ini. Selain itu rencananya akan dibuat lukisan pada tembok untuk dijadikan spot foto pengunjung. (*)

Penulis: Lailatul Mafiyah & Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments