Nasional

Penyelundupan Pil Captagon ke Kuwait, Bukan Ekstasi ke Arab

BARU-BARU ini terungkap adanya hoax lucu bin ajaib soal tudingan Tiongkok mengirim jutaan pil ekstasi ke Uni Emirat Arab. Hoax itu tersebar di banyak media sosial. Salah satu yang ditemukan Jawa Pos ialah unggahan akun Facebook Novita Sari Biafri (fb.com/novita.biafri).

Akun tersebut menyebarkan sebuah video yang sebelumnya diunggah akun Facebook Novy H. Susanti (Fb.com/ novy.h.susanti). Akun Novy H. Susanti mengunggah sebuah video orang dengan perawakan Arab sedang membongkar ribuan pil dari sebuah besi.

“Cara China komunis menghancurkan dunia!!! #Genosida Tolong dilihat video di bawah ini. Beginilah cara China menghancurkan dunia. Kerjasama Tiongkok dgn Uni Emirat Arab dlm pembuatan rel kereta api cepat, namun dimanfaatkan sekaligus utk mengekspor jutaan butir ekstasi yg diisikan dalam bbrp spare part utk konstruksi kereta api cepat tsb,” tulis akun Novy H. Susanti.

Oleh akun Facebook Novita Sari Biafri, unggahan Novy H. Susanti itu ditelan mentah-mentah. Novita bahkan mengaitkan hal tersebut dengan pergantian kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). “Sekarang..uni emirat arab.. Indonesia sdh duluan bro..Malah lgs diganti kok Kepala BNN nya..Hhh..,” tulis akun Novita Sari Biafri.

Video penyelundupan ekstasi dari Tiongkok ke Uni Emirat Arab yang disebut mendompleng proyek kereta api itu salah besar. Pertama, yang ada dalam video tersebut tak berkaitan dengan Tiongkok dan Uni Emirat Arab. Video itu merupakan rekaman pengungkapan kasus penyelundupan pil captagon senilai KWD (dinar Kuwait, mata uang Kuwait) 25 juta.

Dikutip dari Kuwait Times, penggagalan dilakukan Kementerian Dalam Negeri. Pejabat setempat, Jenderal Sulaiman Al Fahd, mengungkapkan bahwa pil captagon itu berjumlah sekitar 10 juta butir. Nilainya mencapai KWD 25 juta atau setara Rp 1,1 triliun. Pil-pil tersebut disembunyikan di wadah bahan pembersih. Jadi, bukan diselundupkan di spare part proyek kereta api.

Pengirim pil itu juga bukan dari Tiongkok. Drug Control General Departemen (DCGD) Kuwait menduga barang tersebut berasal dari Turki. Barang itu dikirim untuk seorang warga Syria.

Sejumlah media internasional selama ini memberitakan, pil captagon diduga kerap dikonsumsi kelompok bersenjata di Syria. Pemerintah Turki beberapa kali menyita pil jenis amfetamin tersebut. Pil itu dibuat dari bahan-bahan dasar obat sintetis seperti fenethylline. Ada juga campuran kafein.

Obat tersebut biasa dikonsumsi penderita hiperaktif, narkolepsi, dan depresi. Sejumlah negara telah melarang peredaran obat itu sejak 80-an. Alasannya, mengakibatkan kecanduan akut. Konon, obat tersebut sering dikonsumsi tentara ISIS. Efek obat itu bisa membuat mereka kuat tidak tidur berhari-hari. Juga, membuat seseorang tak memiliki rasa takut. Tapi, obat tersebut memiliki efek samping yang berbahaya. Salah satunya kerusakan otak. (gun/c10/fat)

Fakta

Video yang disebar Akun Novy H. Susanti merupakan rekaman pengungkapan kasus penyelundupan pil captagon ke Kuwait. Bukan penyelundupan ekstasi asal Tiongkok ke Arab Saudi.

Facebook Comments