Metro Pekalongan

BRI Akan Mengganti Uang Nasabah Korban Skimming

BRI Akan Mengganti Uang Nasabah Korban Skimming

BERI KETERANGAN – Pemimpin Cabang BRI Pekalongan Priyanto Purwo Adi Nugroho, didampingi stafnya, saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di kantornya, Senin (16/4) petang.
WAHYU HIDAYAT / RADAR PEKALONGAN

PEKALONGAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pekalongan memberikan keterangan kepada awak media yang meminta konfirmasi, berkaitan indikasi terjadinya kasus skimming (pencurian data) kartu ATM yang terjadi di empat lokasi ATM BRI di Pekalongan.

Keterangan pers disampaikan langsung Pemimpin Cabang BRI Pekalongan, Priyanto Purwo Adi Nugroho, didampingi dua stafnya, bertempat di Kantor Cabang setempat, Senin (16/4) petang.

Meskipun awalnya, pihaknya enggan memberikan keterangan. Sebab menurut Priyanto, sebenarnya pihaknya tidak berwenang memberikan keterangan kepada wartawan. “Kebijakan di kami satu pintu. Kami tidak berwenang memberi keterangan apapun. Kewenangan ada di SKP (Sekretariat Kantor Pusat, red),”

Namun, berkaitan dengan dugaan atau indikasi skimming yang menyasar empat lokasi ATM BRI di Pekalongan, Priyanto menyampaikan beberapa hal. Termasuk, kesiapan BRI untuk mengganti uang nasabah yang sudah terbukti menjadi korban skimming. “Sebagaimana yang telah dilakukan oleh cabang lain. Kalau ada nasabah BRI yang menjadi korban skimming, BRI akan mengganti uang nasabah tersebut,” katanya.

Priyanto menjelaskan bahwa pihaknya akan mengecek dan menindaklanjuti adanya laporan kasus pencurian data nasabah melalui mesin ATM yang terjadi di Pekalongan, sebagaimana hasil pemeriksaan polisi terhadap para tersangka. “Kami akan memberikan support atau bantuan yang dibutuhkan pihak kepolisian dalam kasus ini sesuai kewenangan kami,” tuturnya.

Priyanto menyampaikan, sampai saat ini belum ada nasabah BRI yang melaporkan telah menjadi korban skimming.

Ditanya mengenai sistem keamanan pada mesin ATM, menurut Priyanto sistem keamanan pada ATM BRI sudah bagus. Baik itu melalui cctv maupun pengecekan oleh petugas. Pengecekan dilakukan secara rutin oleh vendor maupun petugas BRI sendiri. “Tiap hari kami lakukan pengecekan dua kali,” katanya.

Mengenai adanya kasus kejahatan dengan modus skimming, Priyanto mengimbau kepada masyarakat atau seluruh nasabah untuk tetap tenang, tidak resah ataupun panik. Sistem pengamanan ATM sudah berjalan dengan baik. Bila ada laporan juga akan segera ditangani.

Pihaknya pun mengimbau kepada seluruh nasabah, tidak hanya nasabah BRI, untuk senantiasa berhati-hati setiap kali bertransaksi, termasuk transaksi di ATM. Nomor PIN ATM diminta tidak diberikan kepada siapapun. Secara berkala, nasabah diimbau mengganti nomor PIN ATMnya dengan kode nomor yang tidak mudah ditebak.

“Pada layar mesin ATM juga nasabah selalu diberikan imbauan. Setiap kali ada nasabah baru, customer service juga selalu mengimbau nasabah tersebut untuk tidak memberikan nomor PIN ATM ke siapapun. Jaga selalu kerahasiaan PIN,” imbaunya.

Lebih lanjut, Priyanto menambahkan BRI sudah memiliki prosedur ataupun sistem dalam menangani tiap permintaan informasi, keluhan ataupun komplain nasabah. Nasabah bisa menghubungi call center BRI di nomor 14017 atau melalui nomor WA di 08121214017. Layanan dibuka selama 24 jam.

“Atau bisa datang ke kantor BRI. Silakan melapor ke kami,” kata Priyanto.

Priyanto juga menambahkan, BRI telah secara bertahap melakukan penggantian ATM nasabah dari yang model magnetik ke kartu ATM ber-chip. “Kita lakukan bertahap. Apabila nasabah meminta ganti kartu ATMnya dari magnetik ke chip, silakan datang ke kantor, akan langsung kita ganti,” tambah Priyanto. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat | Radar Pekalongan
Redaktur: Doni Widyo

Facebook Comments