Radar Jateng

Utamakan Fosil Ukuran Besar dan Utuh

Utamakan Fosil Ukuran Besar dan Utuh

DITELITI – Salah satu anggota Tim BPSMP Sangiran membuat replika temuan fosil di Dusun Kuwojo, Desa Banjarejo, Gabus, kemarin.
INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS

GABUS – Waktu pembuatan replika temuan fosil oleh tim ahli purbakala di Dusun Kuwojo, Desa Banjarejo, Gabus, terbatas. Untuk itu, tim mengutamakan pengerjaan fosil ukuran besar dan utuh.

Ketua tim pembuatan replika fosil di Desa Banjarejo Albertus Nikko mengungkapkan, pengerjaan replika ratusan fosil hanya dilakukan selama 14 hari. Hari ini (17/4) merupakan terakhir pembuatan.

“Pembuatan replika berlangsung selama dua pekan. Dalam sehari kami hanya mampu mencetak 5-6 fosil. Mengingat jumlah fosil cukup banyak, kemungkinan belum bisa menyelesaikan pembuatan seluruh replika. Jadi, kami mengutamakan fosil ukuran besar dan utuh, karena yang akan ditampilkan di museum,” ujarnya.

Sedangkan fosil yang ditemukan dalam ukuran kecil dan retak akan disimpan dalam boks dan diberi label. Jika dipaksakan untuk dibuat replika, akan susah dipahami karena bentuknya tidak utuh.

Dijelaskan, replika tersebut disimpan di 15 kotak ukuran kecil dan enam kotak ukuran besar. Untuk kotak besar, mampu menyimpan 5-6 fosil. “Jika replika sudah jadi, langsung disimpan di salah satu rumah warga yang tergabung di komunitas peduli fosil Banjarejo,” jelasnya.

Replika yang sudah jadi, antara lain fosil gajah purba berupa gading, kaki depan, kaki belakang, tulang pinggul, dan tulang rusuk. Kemudian tanduk dan kaki kerbau. Replika tersebut juga sudah memasuki proses pewarnaan.

Menurutnya, pembuatan replika ini tak bisa dikerjakan dengan cepat, karena butuh perlakuan khusus dan kehati-hatian. Jenis bahan yang digunakan untuk percetakan yakni resin, talk, dan katalis resin yang berguna membuat replika menjadi keras.

Pembuatan replika ini bertujuan untuk menyiapkan display museum lapangan tempat penemuan fosil gajah purba. Setelah selesai dibuat, replika atau tiruan fosil akan ditempatkan di museum lapangan. Penempatan fosil akan ditata seperti aslinya saat ditemukan dulu,” jelasnya.

“Namun sementara akan disimpan dulu. Mengingat persiapan penempatan fosil membutuhkan waktu. Apalagi museum lapangan masih tergenang air. Jadi, masih perlu penyempurnaan. Biar benar-benar kering dan bisa diisi replika fosil,” imbuhnya. (int/lin)

Facebook Comments