Radar Pendidikan

Pospeda Tingkatkan Semangat Belajar Santri

Pospeda Tingkatkan Semangat Belajar

MENGIKUTI – Ratusan santri mengikuti lomba rebana dalam Pospeda Kota Pekalongan, Minggu (15/4).
FAKHRUN NISA / RADAR PEKALONGAN

KOTA – Penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren (Pospeda) se Kota Pekalongan dinilai dapat meningkatkan semangat belajar santri. Kegiatan yang diselenggarakan pada Minggu (15/4) di Madin NU Buaran ini diikuti ratusan santri dari 40 Pondok Pesantren (Ponpes) dan Madrasah Diniyah (Madin) se Kota Pekalongan.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Pospeda 2018, Abdul Kholiq, saat diwawancarai Radar di ruang panitia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Madrasah Diniyah (FKMD) dan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kota Pekalongan.

“Manfaat dari kegiatan ini banyak, salah satunya bisa meningkatkan semangat belajar para santri. Yang tadinya kurang semangat belajar, dengan adanya lomba menjadi rajin dan semangat. Guru-gurunya pun begitu,” ujar Kholiq, sapaan akrabnya.

Disebutkan, ada delapan cabang lomba yang diadakan yaitu lomba cerdas cermat diniyah, pidato bahasa Indonesia, kaligrafi, hafalan Nadhom Aqidatul Awam, Imla’ Arab Pegon, rebana, atletik, dan tenis meja. Lebih dari 500 santri dari 40 ponpes dan madin mengikuti kegiatan ini.

“Yang hadir dalam kegiatan ini ada 40 dari 86 ponpes dan madin di Kota Pekalongan. Kegiatan ini merupakan syiar Islam yang berguna bagi diri sendiri, ponpes, madin, dan masyarakat umum, agar umat Islam itu semangat dan bersama-sama,” lanjutnya.

Kholiq mengungkapkan, Pospeda 2018 direncanakan akan diselenggarakan selama tiga hari. Namun, karena jadwal di sekolah-sekolah yang penuh, kegiatan dipadatkan menjadi satu hari dari pagi sampai sore. Melalui kegiatan, Kholiq berharap akan muncul bibit-bibit berkualitas dari ponpes dan madin yang menguasai pelajaran agama Islam.

“Kami harapkan ukhuwah islamiyah antar ponpes dan madin di Kota Pekalongan bisa terjaga dengan baik. Mudah-mudahan ada generasi penrus yang mampu menguasi pelajaran yang telah diajarkan di ponpes dan madin,” pungkas Kholiq. (mg6)

Penulis: Fakhrun Nisa | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments