Radar Pendidikan

Porseni Asah Keterampilan Guru

Porseni Asah Keterampilan Guru

BERLOMBA – Ratusan guru RA di Kabupaten Pekalongan berlomba dalam ajang Porseni, Senin (16/4).
FAKHRUN NISA / RADAR PEKALONGAN

BUARAN – Untuk mengasah keterampilan dan kreativitas guru, Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Pekalongan menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di RA Muslimat NU Wonoyoso, Senin (16/4). Porseni diikuti oleh 312 guru dari 13 kontingen. Para pemenang dari kegiatan ini akan dikirim ke Porseni tingkat eks Karesidenan Pekalongan pada 28 April mendatang.

Ketua PD IGRA Kabupaten Pekalongan, Siti Wasiqoh, menuturkan, Porseni digelar untuk mengasah kompetensi mengajar guru agar menguasi enam bidang pengembangan yakni bahasa, kognitif, fisik, psikomotorik, seni, dan sosial emosional. Para peserta kegiatan ini telah disaring di tingkat kecamatan masing-masing.

“Agar guru-guru RA, khususnya di Kabupaten Pekalongan, mempunyai skill untuk mengajar tidak hanya dalam satu bidang. Cabang lomba yang kami adakan juga mencakup enam bidang pengembangan agar bisa diajarkan kepada anak,” ujarnya kepada Radar, Senin (16/4).

Disebutkan, ada empat cabang lomba yang digelar yakni lomba paduan suara, cipta Alat Peraga Edukatif (APE), mendongeng, dan senam irama ceria. Dalam lomba paduan suara, setiap kelompok wajib menyanyikan Mars IGRA dan Mars RA. Gerakan dalam lomba senam ceria disesuaikan dengan arahan dari wilayah yang pas untuk anak usia dini.

“Mars IGRA adalah milik guru, dan Mars RA milik anak-anak. Sebelum melatih anak-anak, guru sudah menguasai dan mempunyai kompetensi dalam menyanyikan mars. Sebelum mengajar anak-anak agar bisa mahir, gurunya harus mahir terlebih dahulu,” ujar Wasiqoh, sapaan akrabnya.

Sementara itu, lomba mendongeng menuntut guru agar piawai dalam mendongeng di depan anak-anak. dalam cipta APE, setiap kelompok yang terdiri dari tiga guru dituntut untuk membuat alat peraga yang digunakan dalam pembelajaran. Lomba ini dinilai dapat merangsang inovasi dan kreativitas guru.

“Untuk mengasah kreativitas guru, karena guru RA berhubungan langsung dengan anak-anak usia dini, sehingga dituntut untuk selalu berinovasi dan kreatif dalam menyampaikan pembelajaran,” tandas Wasiqoh. (mg6)

Penulis: Fakhrun Nisa | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments