Radar Batang

Pariwisata Bakal jadi Magnet Baru Batang

Wajah Kota

BAKAL DISULAP – Kawasan eks pasar darurat dan Jl Dr Sutomo ke depan bakal ditata menjadi kawasan pusat keramaian yang ramah pendatang dan investasi. Selain Super block, jalur Dr SUtomo juga akan disulap menjadi Maliboronya Batang.
AKHMAD SAEFUDIN

Tahun 2019, Wajah Kota Dipermak

Selain PLTU dan investasi industri lainnya yang berpotensi mendorong mobilitas ekonomi, sektor pariwisata juga digadang-gadang bakal memantik kemajuan Kabupaten Batang di ke depan. Sektor itu diyakini akan menjadi magnet baru bagi masyarakat luar untuk datang ke Batang.

Meski memiliki karakter alam yang kuat, posisi Kabupaten Batang sendiri terbilang strategis, terutama karena dilintasi jalur nasional pantura. Sementara wilayah selatan yang merupakan jalur wisata menuju kawasan Dieng pun kini telah dibangun akses jalannya, baik dari Bandar-Gerlang maupun Bawang-Deles-Bintoromulyo-Bitingan Banjarnegara.

Untuk menunjang itu semua, setidaknya Pemkab Batang di bawah kepemimpinan Wihaji-Suyono telah mengambil 3 kebijakan strategis. Pertama, mengingat potensi alamnya yang kaya, baik pantai, daratan maupun pegunungan, maka pariwisata menjadi program unggulan yang tengah digencarkan Wihaji. Visi mendongkrak wisata itu terrangkum dalam program “Visit Batang Yesar 2022: Batang Heaven of Asia”.

Tak heran, terhitung sejak sebelum dilantik, Wihaji dan Suyono terbilang sangat rajin turun ke bawah untuk melihat langsung potensi alam yang layak ‘dijual’ ke publik. Tak kurang sudah puluhan tempat wisata yang mereka kunjungi. Saat ini, Dinas Pariwisata dan OPD terkait juga tengah berlari untuk merealisasikan program unggulan tersebut.

“Kita ini punya banyak sekali curug, air terjun. Jadi misalnya, kenapa tidak kita buat branding Batang kota seribu curug, kita buat di tugu batas kota,” kata Wihaji suatu waktu.

Untuk menunjang tahun kunjungan wisata pula, program penataan wajah kota tengah diseriusi Pemkab Batang selama tahun 2018 dan 2019. Tahun ini ada 10 ruas jalan dalam kota yang tengah dibenahi dan dilanjut tahun 2019 sekaligus dengan penataan trotoar, taman kota/RTH, dan menata batas kota agar lebih ikonik.

“2019 kita prioritaskan penambahan taman kota dan RTH baru untuk memperkuat perwajahan kota. Harus ada sesuatu yang baru yang bisa dirasakan dan dinikmati masyarakat,” lanjut WIhaji, baru-baru ini.

Sebagai ikon dari penataan wajah kota tersebut, Pemkab berrencana membangun destinasi Batang Super Block seluas 8 hektar di eks pasar darurat Jl Dr Sutomo. Selain berdampingan dengan taman Hutan Kota Rajawali, nantinya kawasan itu dikembangkan untuk mall, bioskop, pusat kuliner, hingga stadion indoor untuk sport centre. Mengingat kebutuhan dananya mencapai ratusan miliar, Pemkab akan membangunnya dalam dua tahap, yakni 2020 dan 2022.

“Kita akan gandeng investor dengan skema kerjasama yang saling menguntungkan,” ucap Wihaji.

Untuk mengimbangi pertumbuhan kawasan baru itu, Pemkab juga akan menata jalur protokol Jl Dr Sutomo untuk menjadi Malioboronya Batang. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Batang, Ari Yudianto SH, mengungkapkan, untuk mewujudkannya, tahun depan kawasan itu akan ditata trotoar dan tamannya untuk para pejalan kaki. “Selain untuk menciptakan kota yang ramah anak, ramah investor, penataan wajah kota juga untuk menjadikan Kabupaten Batang sebagai destinasi wisata, bukan lagi daerah transit semata,” ujarnya.

Penataan wisata dan termasuk perwajahan kota menurut Bupati tidak hanya untuk meningkatkan kunjungan wisata. Lebih dari itu, di setiap tempat wisata maupun pusat keramaian baru itu berpeluang menumbuhkan simpul-simpul ekonomi baru yang menyejahterakan masyarakatnya. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments