Metro Pekalongan

Overload, TPA Degayu Rencana Buka Zona IV

TPA Degayu

OVERLOAD – Kondisi TPA Degayu sudah overload. Pemkot Pekalongan berencana membuka zona baru yakni zona IV untuk memperpanjang umur TPA Degayu. Zona IV akan dibangun pada 2019 mendatang.
M. AINUL ATHO’

KOTA PEKALONGAN – Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan berencana membuka zona baru di kawasan TPA Degayu untuk menampung sampah. Sebab dari tiga zona yang ada, saat ini hanya zona II dan sebagian zona III yang masih aktif, sehingga masih dapat digunakan untuk membuang sampah.

Pembukaan zona IV direncanakan mulai dilakukan pada tahun 2019 mendatang. Memiliki luas 1,5 hektar, masterplan zona IV sudah selesai dibuat pada tahun lalu. Tahun ini rencananya Detail Engineering Desain (DED) akan selesai dibuat, sehingga pada tahun 2019 realisasi fisik dapat mulai dilakukan.

Kepala DLH Kota Pekalongan, Purwanti menjelaskan, pembukaan zona IV menjadi salah stau alternatif yang dapat dilakukan setelah kondisi TPA Degayu sudah mencapai overload.

Dengan sisa zona yang ada, TPA Degayu diperkirakan hanya dapat bertahan menampung sampah selama dua tahun kedepan.

“Mencari alternatif lokasi lain terbilang cukup sulit di Kota Pekalongan. Sehingga upaya untuk menangani TPA itu kami lakukan optimalisasi dengan membuka zona IV. Saat ini hanya zona II dan sebagian zona III yang aktif dapat menampung sampah. Sedangkan zona I, sudah mati dan sudah ditimbun tanah,” jelasnya.

Untuk membuka zona baru di kawasan TPA Degayu, Pemkot sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp7 miliar. Saat ini kondisi lahan yang akan digunakan masih berbentuk tambak dan berbatasan dengan sungai. Jika bisa diwujudkan, nantinya zona IV diperkirakan dapat menampung sampah hingga 10 tahun mendatang.

“Dengan catatan bahwa upaya pemilahan sampah di tingkat masyarakat melalui TPS3R berhasil dilakukan. Selama ini, hal itu belum tersosialisasi dengan baik. Padahal upaya pemilahan sampah sangat efektif untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA. Sampah anorganik bisa dijual dan sampah organik bisa dimanfaatkan untuk pupuk. Sehingga dengan dipilah terlebih dahulu yang masuk ke TPA hanya sampah berupa residu,” tambahnya.

Sehingga kedepan, selain mengupayakan pembukaan zona baru pihaknya juga terus membangun kesadaran masyarakat untuk bersama melakukan pilah sampah dari sumbernya. “Kesadaran masyarakat kita masih belum tumbuh. Sehingga kami perlu terus melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai hal tersebut,” kata Purwanti.

Mengenai rencana TPA regional, dikatakannya, hingga saat ini belum ada kejelasan lokasi yang akan digunakan. Perkembangan terakhir, lokasi TPA regional tetap akan mengambil di wilayah Kabupaten Pekalongan karena Kota Pekalongan sudah tak memiliki lahan. “Titik lokasinya belum disepakati,” ungkapnya.

Padahal setiap hari, ada sebanyak 600 hingga 800 ton sampah yang diproduksi oleh masyarakat Kota Pekalongan. Jumlah tersebut bisa meningkat jika terdapat event-event tertentu di Kota Pekalongan. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments