Metro Pekalongan

Terus Tingkatkan Kompetensi Guru dan Kepsek

Siswanto SPd MPd

Ketua K3S Kota Pekalongan, Siswanto SPd MPd

Kelompok Kerja Kepala Sekolah

Keberadaan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) berperan penting dalam rangka upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pekalongan. Sebab K3S mengambil peran untuk menguatkan kompetensi dan profesionalisme guru dan kepala sekolah.

Hal itu diungkapkan Ketua K3S Kota Pekalongan, Siswanto SPd MPd kepada Radar. Ia mengatakan, kompetensi dan profesionalisme guru menjadi bagian salah satu dasar pijakan agar kualitas pendidikan dapat ditingkatkan. “Tugas kami adalah membantu Pemkot Pekalongan dalam hal ini Dinas Pendidikan, untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar. Dengan fokus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru dan kepala sekolah,” tuturnya, Sabtu (14/3).

Tentang upaya tersebut, Siswanto menambahkan bahwa K3S sudah banyak melaksanakan kegiatan untuk mewujudkan tugas dan target yang dimiliki. Dalam kurun dua bulan terakhir saja, ada dua kegiatan berupa workshop, baik bagi para guru dan kepala sekolah.

Workshop bagi para guru bertujuan meningkatkan kompetensi para guru dan membahas teknis upaya mensukseskan ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Sedangkan workshop bagi kepala sekolah dengan tema the best headmaster menyiapkan generasi milenial menjadi generasi yang smart dan berkarakter.

“Dua kegiatan tersebut kami laksanakan dengan peserta teman-teman kepala sekolah dan gbeu SD Negeri/Swasta se kota Pekalongan. Workshop motivasi bagi kepala sekolah mengambil narasumber kepala dinas pendidikan Kota Pekalongan Drs Soeroso, M.Pd, dan satu narasumber dari provinsi yaitu Drs Ratno Ohara, M.Pd. Yang kedua workshop peningkatan kompetensi guru kelas 6 dan bedah kisi-kisi ujian sekolah dasar yang diikuti teman-teman guru. Dua kegiatan itu bertujuan memberikan motivasi dan bekal bagi teman-teman bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan dari segi manajemen bagi kepala sekolah, dan teknis menghadapi ujian bagi guru,” tuturnya.

Pria yang merangkap tugas sebagai kepala sekolah di dua sekolah dasar itu menambahkan, output nyata dari upaya peningkatan kualitas pendidikan yang dapat dilihat yakni hasil ujian sekolah. Ia mengungapkan, dalam dua tahun terakhir peringkat hasil ujian SD Kota Pekalongan sudah membaik meski belum memuaskan.

Dalam ujian sekolah 2015/2016, dan 2016/2017 Kota Pekalongan hasilnya selalu ada peningkatan peringkat di provinsi Jawa Tengah. Tahun ini, Siswanto menyatakan bahwa Kota Pekalongan menargetkan bisa masuk 10 besar di Jawa Tengah. “Semoga tahun ini target 10 besar dapat dicapai,” harapnya.

Siswanto melihat, kompetensi guru dan kepala sekolah di Kota Pekalongan sudah cukup baik. Indikatornya, dalam Ujian Kompetensi Guru (UKG) yang digelar beberapa waktu, hasil tes kompetensi guru-guru di Kota Pekalongan sudah di atas rata-rata guru di Jawa Tengah. Sehingga menurutnya, saat ini tinggal bagaimana menerapkan sistem pembelajaran yang tuntas kepada anak-anak.

“K3S dan Dinas Pendidikan melihat perlu diterapkan sistem pembelajaran yang betul-betul tuntas. Artinya, anak-anak bisa menguasai mata pelajaran secara tuntas, sehingga ketika menghadapi ujian bisa mengerjakan secara maksimal,” katanya.

Namun menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tak melulu fokus pada nilai akademis saja, tapi harus diiringi dengan akhlakul karimah dan karakter yang kuat. Di Kota Pekalongan, mewujudkan akhlak yang baik dan penguatan karakter anak didik sudah mulai diwujudkan setelah adanya Perda khusus yang mengatur terkait masalah itu. “Tingginya nilai akademis harus disertai akhlak dan karakter yang baik. Ada lima karakter yang harus diwujudkan yakni religius, nasionalis, mempunyai jiwa sosial, gotong royong dan berintegritas. Sebelum adanya aturan khusus sebenarnya semua sekolah sudah menerapkan langkah-langkah untuk mewujudkan hal tersebut,” tambahnya.

Ia menyatakan, peningkatakan kompetensi dan profesionalisme guru harus terus ditingkatkan. Meski sudah dinilai cukup tinggi, namun kemampuan maupun wawasan guru dan kepala sekolah harus terus diupgrade. “Jadi justru kegiatan untuk peningkatan kompetensi ini tidak pernah berhenti sehingga dampaknya terhadap peningkatan kualitas pendidikan juga akan terlihat nyata. Kami ingin agar kedepan kegiatan K3S ini lebih berviariasi sehingga dapat mengisi seluruh bagian kompetensi yang dibutuhkan guru dan kepala sekolah,” tandasnya. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments