Metro Pekalongan

Walikota Pekalongan Gandeng PCNU Bangun Kota Pekalongan

Muskercab

SAMBUTAN – Walikota Pekalongan HM Saelany menyampaikan sambutan dalam acara Muskercab I PCNU di SMK Syafi’I Akrom.
ABDURROHMAN

KOTA PEKALONGAN – Mengingat kemampuan SDM, terkait dengan kualitas maupun kuantitasnya, terbatasnya anggaran serta sumber daya yang lain. Maka Walikota Pekalongan HM Saelany menggandeng Pengurus Cabang Nahdlotul Ulama (PCNU) untuk bersama-sama membangun Kota Pekalongan.

Demikian ia sampaikan saat sambutan acara Muskercab 1 di SMK Syafi’i Akrom, Sabtu (14/4). “Saya mengajak PCNU makin meningkatkan peran-perannya sebagai organisasi dakwah yang bergerak di bidang sosial keagamaan. Peran serta masyarakat ini, sangat dibutuhkan, mengingat kemampuan Pemerintah yang sangat terbatas. Baik kemampuan SDM, terkait dengan kualitas maupun kuantitasnya, kemampuan anggaran maupun kemampuan sumber daya yang lain,” ucapnya.

Oleh karena itu, sambung orang nomor satu di Pemkot Pekalongan itu, kiprah kalangan Nahdhiyyin merupakan suatu keniscayaan. Apalagi NU dikenal sebagai perekat persaudaraan di tengah hantaman berbagai isu SARA yang akhir-akhir ini mengemuka tiada berujung.

“Dengan tetap bersandarkan pada fatwa para ulama yang diakui kesalehan dan keilmuannya, maka kami meyakini kaum Nahdhiyyin sebagai tulang punggung negara dan peran ini tidak tergantikan oleh kelompok sosial manapun,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Saelany menegaskan, ajakannya kepada PCNU untuk mengoptimalkan keberadaan lembaga antinarkoba yang dimotori oleh generasi muda.

“Dengan mengambil peran dan gerakan antinarkoba, kami menyadari pemberantasan penyalah-gunaan narkoba ini akan dapat segera teratasi di Kota Pekalongan.”

Bersama dengan kelompok-kelompok masyarakat lain, yang juga telah membentuk lembaga serupa, sinergi di antara kelompok masyarakat ini, akan mempercepat upaya penanganan penyalahgunaan narkoba. “Sebab pada sisi yang lain, kita patut mencermati pola pergaulan anak-anak dan generasi muda kita di masa sekarang. Di satu sisi, kemajuan zaman di era digital ini, sangat memudahkan kita untuk berkomunikasi dan menunjang penyelesaian tugas sekolah, tugas kuliah hingga tugas pekerjaan sesuai dengan bidang kita masing-masing. ”

Meski demikian, terdapat keprihatinan yang mendalam, yakni dampak negatif yang ditimbulkan oleh teknologi informasi yang dengan mudah mengakses situs yang kurang mendukung kemajuan dan peradaban bangsa. “Dalam hal ini, peran organisasi kemasyarakatan seperti Nahdhatul Ulama perlu untuk terus melakukan jihad sosial, dan memperbaharui semangat kita semua untuk mewujudkan generasi yang lebih baik,” pungkasnya. (dur)

Penulis & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments