Radar Kajen

2018, Pemkab Pekalongan Siapkan Rp5M

Bantuan Siswa Kurang Mampu

SERAHKAN BANTUAN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat menyerahkan bantuan siswa kurang mampu di Dukuh Pakuluran, Desa Sidoharjo, Kecamatan Doro, akhir pekan kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Untuk 7.609 Siswa Kurang Mampu

Memasuki dua tahun pasca dilaunching, Kartu Kajen Cerdas (KKC) kembali menjadi salah satu komitmen Pemkab Pekalongan terhadap pembangunan dunia pendidikan di Kota Santri. Tahun ini, anggaran sebesar Rp5miliar siap digelontorkan untuk program bantuan 7.609 siswa miskin di Kabupaten Pekalongan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Sumarwati, melalui Kabid Pendidikan Dasar Catur Elmiyati, saat ditemui Radar, kemarin.

Dikatakan, 7.609 sasaran yang merupakan siswa-siswi kurang mampu di tingkat SD, SMP maupun SMA, sudah ditetapkan secara by name by address sesuai tahun lalu. Hanya saja, ada beberapa perbaikan setelah dilakukan verifikasi ulang di tahun ini.

“Kita berikan lagi siswa-siswi kurang mampu seperti tahun kemarin yang belum tercover KIP (Kartu Indonesia Pintar), dalam program Bupati yakni Kartu Kajen Cerdas. Tahun ini tetap kita verifikasi lagi data calon penerima. Sebab, untuk mengetahui perubahan data, seperti misalnya siswa tersebut ternyata pindah sekolah dan lain sebagainya,” jelas Catur.

Disebutkan Kabid Dikdas, besaran bantuan penerima KKC, masing-masing Rp450ribu untuk siswa SD, Rp750ribu untuk SMP dan Rp1juta untuk siswa SMA. “Bantuan tersebut kita berikan setahun sekali,” jelasnya.

Di samping bantuan untuk siswa miskin melalui KKC, lanjut dia, Pemkab juga memiliki program bantuan senilai Rp5juta rupiah untuk mahasiswa dari keluarga tidak mampu.
Sasarannya ada 200 mahasiswa. “Kalau ini program lain, yakni bantuan untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Untuk nama-nama calon penerima, masih dalam preses verifikasi,” terang Catur.

Program bantuan siswa kurang mampu tersebut, sesuai dengan peraturan Bupati tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Ini juga sebagai upaya Pemkab dalam mewujudkan mandat rakyat, yang diusung oleh Bupati dan Wakil Bupati.

“Kami berharap dengan melalui program beasiswa ‘Kartu Kajen Cerdas’ maka siswa kurang mampu, bisa meraih hak pendidikan tanpa terkendala masalah ekonomi. Sehingga tidak ada lagi anak putus sekolah karena tidak mampu membiaya keperluan sekolah. Sehingga, selain mewujudkan wajib belajar 12 tahun, juga sekaligus menekan angka putus sekolah di Kabupaten Pekalongan,” tandas dia. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments