Features

Bupati Pekalongan Berharap Masyarakat Bisa Hidupkan Ruh Desa

Pelantikan RT RW

HADIR – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, menghadiri Pengajian Umum dalam rangka Pelantikan Pengurus RT dan Pengurus RW Periode 2018 – 2023 Desa Wuled Kecamatan Tirto, Minggu malam (15/4).
MUHAMMAD HADIYAN

Di Balik Pelantikan RT RW di Desa Wuled, Tirto

Ada hal menarik yang dilontarkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi melantik pengurus RT RW di Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Minggu malam (15/4). Apa itu? M Hadiyan, Tirto

Ada Harapan yang disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi terkait perkembangan di desa. Ya, Bupati berharap masyarakat mampu kembali ke ruh desa, dengan asas gotong royong. Hal itu ia ungkapkan usai melantik pengurus RT RW di Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Minggu malam (15/4).

Asip mengingatkan bahwa dulu Presiden RI Pertama Bung Karno pernah meringkas lima sila menjadi satu sila atau eka sila. Menurut Bung Karno, Dasar Negara itu cukup satu yaitu Gotong-Royong. Artinya bahwa Indonesia akan hidup dan bertahan terus-menerus asal kita mampu menghidupkan kembali ruh desa, ruh masyarakat yaitu dengan bergotong-royong/ bermusyawarah. Ini ruhnya, jangan sampai hilang.

“Saya lihat Desa Wuled ini cukup maju dalam rangka menggerakan masyarakatnya. Kalau pak Lurah masih ada kekurangan dalam memimpin, hal itu masih wajar. Saya meyakini apabila pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) secara transparan, kemudian masyarakatnya terlibat berpartisipasi aktif maka kemajuan di desa dapat diukur dengan beberapa indikator antara lain indikator kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Bupati Asip.

Terkait pelantikan pengurus RT RW, menurut Asip, itu merupakan hal yang unik dan pertama kali ada di Kota Santri, bahkan di Indonesia. “Sejak zaman Majapahit baru kali ini ada pelantikan Pengurus RT RW dan baru hanya di Desa Wuled, Kecamatan Tirto . Saya sangat apresiasi atas langkah Kepala Desa Wuled ini,” ujar Asip.

Bupati mengungkapkan, Desa Wuled adalah salah satu desa yang menjadi pantuannya dalam pembangunan. Untuk itu, Asip berjanji akan membantu guna akselerasi pembangunan di Desa Wuled tersebut.

Kepada para pengurus RT RW yang dilantik, ia mengucapkan selamat dan terima kasih atas partisipasinya dalam turut membangun Desa Wuled menuju lebih baik. “Dengan duduk menjadi pengurus RT RW, bapak-bapak sekalian telah berpartisipasi dalam pembangunan dan peduli terhadap masalah yang dihadapi warganya,” ujar Bupati.

Menurutnya, masyarakat yang hidup di desa terbagi dalam tiga jenis golongan atau kelompok. Pertama, menurut Bupati yaitu orang-orang seperti kita yang turut berpartisipasi dalam pembangunan desa. Kedua, kelompok yang apatis dalam pembangunan desa. Biasanya mereka tidak mau ikut campur dalam pengelolaan pembangunan di desa. Ketiga, golongan yang senangnya mengkritik atas kebijakan pembangunan desa.

“Itu adalah bagian dari dinamika sosial. Di situlah peran kepala desa untuk mendinamisir dengan baik dan bagaimana memberdayakan masyarakat yang secara kodrati terbagi menjadi tiga golongan/kelompok tersebut. Yang masih apatis, kita ajak dialog, kita tarik supaya ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Dan bagi golongan yang sering mengkritik, kita pahamkan agar kritiknya itu konstruktif dan turut berpartisipasi dalam pembangunan di desa. Jangan lupa utamakan musyawarah dengan warga,” papar Bupati.

Dalam kesempatan malam hari itu, Bupati menyampaikan bahwa Kabupaten Pekalongan, tahun 2017 angka kemiskinan turun dari 12,96 menjadi 12,61. Kemudian pertumbuhan ekonomi kita cukup bagus, kita tumbuh di angka 5,16. Kemudian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pekalongan sekarang pada posisi 68. Hal tersebut menunjukkan bahwa kinerja Kabupaten Pekalongan cukup bagus. (*)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments