Radar Pendidikan

SMK Muhammadiyah Kesesi Latih Mental Siswa Lewat Kultum

SMK Muhammadiyah Kesesi

KULTUM – Kegiatan Kultum usai ibadah salat dzuhur SMK Muhammadiyah Kesesi, Rabu (11/04).
EKA ISDITYA / RADAR PEKALONGAN

KESESI – Ada sedikit yang berbeda dalam kegiatan Kultum (kuliah tujuh menit) usai salat dzuhur berjamaah di SMK Muhammadiyah Kesesi yang digelar Rabu (11/04). Kepala SMK Muhammadiyah Kesesi, Mohammad Abdul Kodir, S Pd I, memberikan warna dan inovasi baru dengan menerapkan program khotbah bergilir kepada siswanya setelah salat dzuhur.

Ya, menjadi khitobah atau pengisi khotbah usai salat dzuhur kini menjadi tugas yang harus dipersiapkan oleh para siswa secara bergantian setiap harinya. Menurut Wakil Kepala Urusan Kesiswaan SMK Muhammadiyah Kesesi, Yudha Satyo Wibowo, kegiatan tersebut tentunya didukung oleh Tim ISMUBA SMK Muhammadiyah Kesesi.

“Dimulai dari dibuatnya jadwal kultum siswa, agar siswa mengetahui pergantian jadwal yang akan kultum setelah sholat dzuhur. Setelah itu siswa bisa mempersiapkan terlebih dahulu materi yang akan di sampaikan,” ujar Pak Yudha, sapaan akrabnya.

Dijelaskan pula, rangkaian proses itulah yang akan memancing siswa untuk selalu belajar dan mempersiapkan diri. “Karena tidak mungkin siswa akan membawa hal yang kosong di depan teman temannya,” ujarnya.

Sebagai pihak kesiswaan, ia mengaku sangat ikut mendukung dan bangga melihat siswanya dapat belajar berbicara di depan teman temannya. Selain itu, para siswa juga dapat berekspresi dan belajar berkomunkasi di depan khalayak. “Tentu ini bukan hal yang mudah karena butuh mental dan kepercayaan untuk bisa tampil di depan orang banyak,” jelas dia.

Menurutnya, menjadi poin penting yang ingin dibentuk dalam pembiasaan ini adalah siswa diharapkan dapat menjadi seseoranh yang mempunyai mental bagus, sikap kepercayaan diri yang kuat dan juga bisa memperluas wawasan ilmu pengetahuan. Melalui kegiatan tersebut pula, pihaknya menginginkan agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di SMK Musi, sapaan akrab SMK Muhammadiyah Kesesi menjadi lebih inovatif dan mampu mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam diri setiap siswanya. (mg5)

Penulis: Eka Isditya | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments