Radar Kendal

Perisai Diri Adakan Latihan Bersama

Perisai Diri Adakan Latihan Bersama

LATIHAN – Beberapa anggota Perisai Diri Jawa Tengah terlihat serius mengikuti kegiatan latihan bersama.
AKHMAD TAUFIK / RADAR PEKALONGAN

KENDAL – Perisai Diri Cabang Kendal mengadakan kegiatan Latihan Bersama Tingkat Pelatih Kelatnas Perisai Diri Se- Jawa Tengah dengan tema Menumbuhkan Budi Luhur, Wujud Pesilat Perisai Diri Sejati, pada Minggu (15/4). Kegiatan ini diikuti anggota Perisai Diri Jawa Tengah yang berasal dari 7 kota/ kabupaten. Jumlah peserta yang ikut sebanyak 80 lebih mulai dari Pekalongan, Kendal, Semarang, Sragen, Solo, Sukoharjo, Kota Semarang, Demak, Mranggen dan lainnya.

Panitia Kegiatan, Maulana Ali Hakim, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tiga bulan sekali khusus bagi anggota Perisai Diri Jawa Tengah dan setiap bulannya untuk tempat berpindah-pindah kebetulan kali ini di Kendal.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan tekhnik agar tidak melenceng dari apa yang diajarkan dari leluhur.

“Kalau kegiatan semacam ini kami adakan rutin setiap tiga bulan sekali dengan tujuan untuk menyelaraskan tekhnik agar sesuai dengan apa yang diajarkan dari dahulu kala selain itu juga sebagai ajang silaturahmi. Sebenarnya anggota Perisai Diri Jawa Tengah itu semua kota/kabupaten namun karena mungkin ada halangan tidak semua perwakilan kota/kabupaten dapat hadir sehinga hanya ada 8 kota/ kabupaten yang ikut serta. Bulan yang lalu di Solo dan tiga bulan kedepan belum tahu lokasinya dimana,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut, agenda latihannya yakni toya (tongkat panjang), Pedang Dua, Pedang Kembar, Berpasangan dan tekhnik tawuran. Ia pun berharap dengan adanya kegiatan tersebut para anggota dapat semakin memantapkan tekhnik guna menambah wawasan dan antar anggota saling mengenal satu sama lain.

Sementara itu, Dewan Pendekar Perisai Diri Cabang Kendal, Utomo, sebagai salah satu yang dituakan berpesan kepada semua anggota terutama yang muda agar senantiasa bijaksana dalam menggunakan ilmunya dan ia sangat melarang jika ilmu beladiri yang ada digunakan tidak pada tempatnya. Selain itu, acara tersebut diharapkan dapat menjadi tolak ukur diri sejauh mana ilmu yang dimiliki dan sebagai ajang koreksi serta menambah wawasan.

“Kami selalu berpesan agar anggota jangan sampai ada yang berkelahi diluar namun kalau diarena silahkan. Dengan diadakannya acara ini para anggota saling kenal, bisa saling menimba ilmu, dan tentu adanya keselarasan antar anggota dalam hal keilmuannya,” harapnya. (fik)

Penulis: Akhmad Taufik | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments