Radar Batang

Batang Berpotensi jadi Pusat Keramaian

Rapat Paripurna

PERSETUJUAN BERSAMA – Bupati Wihaji menandatangani empar raperda bersama Pimpinan DPRD, akhir Maret lalu. Salah satunya Raperda Perubahan Perda Perangkat untuk membentukk Disnaker.

PLTU, Investasi, Wisata dan Pendidikan jadi Magnet

Perkembangan Kabupaten Batang ke depan menunjukkan potensi yang menjanjikan. Saat ini di bawah kepemimpinan Wihajii-Suyono, kota kecil di jalaur nasional Pantura itu tidak hanya berorientasi pada popularitas di kancah nasional, melainkan fokus menata dan mengelola anugerah Tuhan berupa kekayaan alam yang tak ternilai.

“Kabupaten Batang adalah satu dari sedikit daerah dengan berkah geografisi yang komplit, pantainya kita punya, daratan ada, dataran tinggi dan pegunungan pun menawan. Maka kalau kita rumuskan karakter untukk Kabupaten Batang, tidak lain dan tidakk bukan adalah alamnya,” kata Bupati Wihaji dalam banyak kesempatan.

Karena itu, beberapa program unggulan yang tengah ditunaikan Wihaji-Suyono pun dirancang dalam upaya mengelola potensi alam itu secara maksimal. Wihaji lebih memilih menata internal ketimbang membangun popularitas di luaran, justru karena keyakinan pembenahan internal itu akan bersautan dengan popularitas itu sendiri.

Wihaji meyakini, megaproyek PLTU adalah magnet bagi para investor untuk masuk ke Batang. Setelah isu ketersediaan energi, prasyarat lain menyangkut pertumbuhan investasi sebuah daerah adalah regulasi tata ruang, kemudahan perijinan, ketersediaan lahan, dan tentu saja tenaga kerja. Di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Batang relatif masih tinggi. Angkanya di tahun 2017 tercatat 5,92% lebih tinggi dari TPT Provinsi jateng yang hanya 4,57%.

“Sesuai data 2017, sebanyakk 365.710 jiwa sudah bekerja dan masih ada 22.597 jiwa yang belum bekerja,” kata Wihaji, belum lama ini.

Karena itu, sejak awal Wihaji telah mencanangkan program mendatangkan 100 investor yang diharapkan mampu menyerap 10.000 tenaga kerja baru di Batang. Sejauh ini, sudah banyak investor yang mengantri untuk berinvestasi di Batang. Kehadiran PLTU dan pertumbuhan industri itu diyakini akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi, termasuk perputaran uangnya.

Masih terkait ketenagakerjaan, Wihaji-Suyono juga memiliki program unggulan yang produktif dan berbasis desa, yakni mencetak 1.000 wirausahawan baru di Kabupaten Batang. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan, Wihaji juga melakukan gerak cepat dengan membentuk Disnaker. Revisi raperdanya telah disetujui bersama dengan DPRD Batang dan saat ini tinggal menunggu keputusan evaluasi Gubernur Jateng.

“Tahun 2018, salah satu program prioritas kami adalah menciptakan 1.000 wirausaha baru di Kabupaten Batang. Karena itu, keberadaan Dinas Ketenagakerjaan ini menjadi vital agar program ini bisa dikawal secara intens dan serius,” terang Wihaji.

Meningkatnya investasi dan terbukanya lapangan kerja baru itu secara ekonomi akan efektif mengungkit meningkatnya perputaran uang. Pertumbuhan industri melalui ikon PLTU juga besar harapannya bagi pertumbuhan Kabupaten Batang menjadi pusat ekonomi baru di Jawa Tengah dalam beberapa tahun ke depan. Perkembangan itu akan berbanding lurus dengan meningkatnya keramaian di jalur pantura Batang. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments