Metro Pekalongan

BRI: Tidak Terdapat Indikasi Skimming pada Mesin ATM di Mapolres Pekalongan Kota

Cek ATM

MENGECEK – Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu saat mengecek kondisi salah satu mesin ATM yang berada di depan mapolres setempat, Selasa (10/4).
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memberikan klarifikasi berkaitan dengan pemberitaan yang menyangkut indikasi skimming ATM di Pekalongan yang dimuat pada harian Radar Pekalongan pada tanggal 11 April 2018.

Pada surat klarifikasi bertanggal 12 April 2018 yang dikirimkan BRI kepada Radar Pekalongan, dan diterima Radar Pekalongan pada Sabtu (14/4), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, melalui Corporate Secretary Bambang Tribraroto, menyampaikan bahwa tidak terdapat indikasi skimming pada mesin ATM di kawasan Mapolres Pekalongan Kota. Sebagaimana hasil pengecekan oleh Polres Pekalongan Kota bersama Kantor Cabang BRI Pekalongan.

Dia menjelaskan bahwa Polres Pekalongan Kota sedang melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana skimming yang diduga dilakukan oleh sindikat pelaku kejahatan skimming di Kediri, Jawa Timur.

Pada saat bersamaan, yakni pada Selasa (10/4), Polres Pekalongan Kota mendapati ada kejanggalan pada box penyimpanan DVR pada salah satu ATM Merah Putih yang berada di komplek Polres Pekalongan Kota. Adapun kondisi box penyimpanan DVR tersebut sedang dalam keadaan tertutup namun tidak terkunci.

Atas pertimbangan keamanan nasabah dalam bertransaksi, Polres Pekalongan Kota mengambil kebijakan untuk memasang Police Line pada Booth ATM, kemudian berkoordinasi dengan Kantor Cabang BRI Pekalongan dalam melakukan pemeriksaan pada mesin ATM tersebut.

Pada saat itu juga tim dari Kanca BRI Pekalongan beserta BRIIT (vendor pengelola ATM) kemudian bersama-sama melakukan pemeriksaan atas ATM dimaksud, dan dipastikan bahwa mesin ATM tersebut bebas dari indikasi skimming dan aman untuk melakukan transaksi, sehingga Police Line pada Booth ATM pun dicabut pada saat itu juga.

“Atas kronologis tersebut diatas, dapat kami pastikan TIDAK TERDAPAT INDIKASI SKIMMING pada mesin ATM Merah Putih yang berada di kawasan Mapolresta Pekalongan,” tegas Bambang Tribaroto.

Sebelumnya diberitakan, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu mengeluarkan imbauan kepada warga Kota Pekalongan untuk berhati-hati dan waspada. Sebab diduga pelaku kejahatan dengan modus skimming disinyalir telah beraksi di Kota Pekalongan.

Kapolres pun langsung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, khususnya warga Kota Pekalongan, agar berhati-hati dan mengecek secara berkala rekening tabungannya.

“Kami telah ada menangkap tersangka yang sudah melakukan tindak pidana di pembobolan rekening bank nasabah lewat pencurian data atau skimming. TKP ada di ATM di Kota Pekalongan. Jadi kalau ada masyarakat yang pernah mengambil uang di ATM di seluruh Kota Pekalongan agar mengecek buku tabungannya, dikhawatirkan dana dalam tabungan berkurang tanpa dipergunakan pemilik,” imbau Kapolres, Selasa (10/4).

“Apalagi orang-orang yang biasa bertransaksi dalam jumlah banyak, kalau tidak sering-sering mengecek saldo tabungannya nanti tidak sadar kalau rekening tabungannya sudah dibobol oleh seseorang yang bukan pemilik rekening tabungan tersebut,” sambung dia.

Kapolres menambahkan, sudah ada laporan beberapa orang yang menjadi korban skimming ATM di Kota Pekalongan. Laporan ini dijadikan dasar jajaran Polres Pekalongan Kota untuk berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di daerah lain karena diduga pelaku telah beraksi di berbagai daerah, termasuk di Kota Pekalongan.

AKBP Ferry juga mengungkapkan, saat ini telah ada tiga orang yang ditangkap pihak kepolisian. Para pelaku tersebut sudah diamankan polisi di wilayah lain, dan akan dibawa ke Polres Pekalongan Kota guna pengembangan kasus dengan TKP Kota Pekalongan. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments