Metro Pekalongan

Fokus Penataan Kota Mulai 2019

Musrenbang Penataan Kota

SUSUN AGENDA KERJA – Musrenbang tahun 2018 dengan agenda penyusunan SKPD tahun 2019 menetapkan penataan kota menjadi kegiatan prioritas pada tahun 2019.

KOTA PEKALONGAN – Pemkot Pekalongan menargetkan penataan kota menjadi salah satu prioritas utama pada tahun pertama pelaksanaan perubahan RPJMD Kota Pekalongan Tahun 2016–2021.

Ada sejumlah agenda kerja yang direncanakan masuk dalam perubahan RPJMD dan mulai dilaksanakan tahun 2019 seperti penataan Alun-alun kota, pembangunan kembali Pasar Banjarsari, dan tindak lanjut pembangunan interchange jalan tol serta pembangunan tanggul rob.

Hal itu diungkapkan Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih saat membacakan sambutan Walikota dalam kegiatan Musrenbang Tahun 2018 belum lama ini. Sekda menyatakan, beberapa pekerjaan rumah akan dilaksanakan mulai tahun 2019, dan ditargetkan selesai pada 2021 mendatang.

Selain empat kegiatan utama diatas, penataan Lapangan Sorogenen, hutan kota, penataan lokasi kuliner dan pedagang kaki lima juga menjadi program prioritas pada tahun 2019.

“Selain itu juga penataan landmark Simpang Lima Jalan Imam Bonjol dan Jalan Diponegoro, serta tulisan branding Kota Batik di beberapa titik juga akan dilaksanakan,” terangnya.

Tahun 2019, katanya, merupakan tahun penting dan strategis di dalam pelaksanaan RPJMD Kota Pekalongan tahun 2016–2021. Hal ini dikarenakan tahun depan merupakan tahun pertama dari pelaksanaan perubahan RPJMD yang tengah disusun pada tahun 2018 ini.

Dikatakan Sekda, upaya penataan kota dan beberapa kawasan strategis menjadi salah satu upaya agar Kota Pekalongan tetap menarik bagi para wisatawan. Mengingat, lanjutnya, keberadaan tol menjadi salah satu tantangan bagi Kota Pekalongan agar mampu bertahan dan berkembang lebih baik lagi sehingga tidak ditinggalkan wisatawan.

Selanjutnya, secara makro ada enam arah kebijakan pembangunan Kota Pekalongan pada tahun 2019 yakni Peningkatan pendapatan per kapita dengan menitikberatkan pada sektor-sektor ekonomi kreatif dan unggulan daerah, peningkatan derajat kesehatan,
Peningkatan derajat pendidikan masyarakat, penguatan kualitas tenaga kerja yang berkinerja tinggi, serta penanaman nilai-nilai budaya masyarakat yang berkarakter.

Kebijakan berikutnya yakni melanjutkan pembangunan infrastruktur penghubung jalur ekonomi regional serta infrastruktur kawasan strategis perkotaan di bidang sosial, budaya dan ekonomi serta yang terakhir yakni mewujudkan tata kelola dan pelayanan publik. “Peningkatan pendapatan per kapita di titik beratkan pada sektor ekonomi kreatif dan unggulan daerah. Karena kita tidak memiliki sumber daya alam yang potensial dengan luas wilayah yang terbatas. Sehingga kreativitas berdasarkan potensi unggulan budaya menjadi tumpuan dalam peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Untuk itu, diperlukan kerja cerdas dan fokus serta dukungan dari seluruh komponen masyarakat, utamanya perangkat daerah, agar sasaran dan arah kebijakan pembangunan tetap sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan. “Sehingga hal ini akan berbanding lurus dengan peningkatan derajat kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments