Metro Pekalongan

Hari Ini, Jalan Patiunus Mulai Ditutup

Jalan Patiunus

MULAI DITUTUP – Petugas gabungan dari Dishub dan Satpol PP mulai memasang rambu untuk menutup Jalan Patiunus, Kamis (12/4) sore. Mulai Jumat (13/4), Jalan Patiunus akan ditutup untuk lalu lintas umum, karena adanya proses pembangunan pasar darurat.
M. AINUL ATHO’

Akses lalu lintas yang melintasi Jalan Patiunus, akan ditutup mulai hari ini (Jumat 13/4), karena adanya kegiatan pembangunan pasar darurat. Lalu lintas yang melintas atau menuju ke Jalan Patiunus, akan dialihkan ke sejumlah ruas jalan lain. Untuk mobil dari timur akan diarahkan masuk ke Jalan Surabaya ke selatan sampai ke Jalan Bandung.
Sedangkan untuk sepeda motor, jika masih memungkinkan dapat melintas di Jalan Patiunus namun jika kondisi krodit akan diarahkan ke Jalan Surabaya namun dapat masuk ke Jalan Semarang.

Penutupan jalan terpantau sudah dilakukan Kamis (12/4) sore. Kendaraan dari Jalan Sultan Agung yang akan mengarah ke timur, langsung diarahkan lurus ke arah utara.
Sedangkan kendaraan dari arah utara hanya sepeda motor yang diperbolehkan berbelok ke timur melintasi Jalan Patiunus.

Mulai ditutupnya Jalan Patiunus, sudah disepakati bersama dalam rapat Forum LLAJ yang digelar Dishub bersama pedagang Pasar Banjarsari maupun pedagang buah yang ada di Jalan Patiunus, Kamis (12/4). Sempat alot, akhirnya dalam rapat tersebut disepakati Jalan Patiunus mulai ditutup untuk memberikan akses bagi pembangunan pasar darurat.

Kepala Dinas Perhubungan, Slamet Prihantono menjelaskan, setelah ditutup Jalan Patiunus masih menyisakan akses jalan seluas tiga meter. Namun akses tersebut hanya diperuntukkan bagi warga setempat yang akan keluar masuk menuju ke kediamannya. “Jadi untuk lalu lintas umum sebenarnya sudah ditutup total mulai dari arah barat yakni perempatan antara Jalan Patiunus, Jalan Sultan Agung dan Jalan Blimbing hingga ke pertigaan Jalan Patiunus dan Jalan Surabaya,” jelasnya.

Mengantisipasi hal itu, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Jalan Sultan Agung akan dibuka dua arah namun khusus untuk kendaraan kecil. Sementara kendaraan besar dari arah utara di Kawasan Jetayu akan langsung diarahkan melintasi Jalan Diponegoro. “Kemudian untuk Jalan Blimbing, Jalan Nanas, dan Jalan Rambutan juga akan ditutup karena diperuntukkan bagi pedagang,” tambahnya.

Untuk Jalan Salak dan Bandung, tetap diterapkan satu arah dari timur ke barat dan Jalan Jeruk serta Jalan Semarang kembali satu arah dari arah Barat. “Di Jalan Blimbing, akan diterapkans atu arah karena sebagian jalan dari pertigaan Jalan Jeruk sampai ke Gereja satu sisi akan digunakan untuk pedagang yang belum mendapatkan lapak di pasar darurat,” kata Totok, sapaan akrabnya.

Kabid Lalu Lintas pada Dishub, M Restu Hidayat menambahkan, selama pembangunan berlangsung jika kondisi lalu lintas masih memungkinkan maka sepeda motor masih dapat melintas di Jalan Patiunus. “Namun kalau kondisi krodit maka tetap akan diarahkan ke Jalan Surabaya. Tapi sepeda motor lebih fleksibel karena bisa melintas di Jalan Semarang atau melewati kampung,” tuturnya.

Restu melanjutkan, sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas pihaknya juga akan menutup akses bagi kendaraan dari Kawaan Jetayu yang menuju ke Jembatan Loji atau ke selatan. Kendaraan akan langsung diarahkan melintasi Jalan Diponegoro. Kecuali bagi kendaraan yang akan menuju ke gereja dan rutan maka masih diperkenankan melintas. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments