Metro Pekalongan

Dua Pengedar Ratusan Butir Pil LL Ditangkap

Pengedar Pil LL

PIL DOBEL L – Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, didampingi Kasat Narkoba AKP Rohmat Ashari, menggelar ekspos penangkapan dua pengedar ratusan pil dobel L, Kamis (12/4).
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – Sebanyak dua orang remaja ditangkap jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan Kota, karena diduga menjadi pengedar obat-obatan terlarang jenis pil LL (dobel L), kemarin.

Kedua tersangka yang ditangkap, yakni ASB (19) dan IR (19), keduanya warga Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.

Selain menangkap kedua tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa 320 butir pil LL siap edar, uang tunai Rp780.000 (uang hasil penjualan obat jenis pil LL), dua unit ponsel, serta satu unit sepeda motor Honda Scoopy nopol G 4406 WT.

Pada ekspos kasus yang digelar di Mapolres Pekalongan Kota pada Kamis (12/4), terungkap bahwa 320 butir pil LL itu tadinya siap diedarkan ke masyarakat, terutama ke kalangan remaja dan pelajar.

Ratusan butir pil itu sudah dikemas dalam “paket hemat”, menjadi 80 paket. Tiap 1 paket berisi 4 butir pil LL. Tersangka biasa menjual ke masyarakat seharga Rp10 ribu per paket.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, didampingi Kasat Narkoba AKP Rohmat Ashari, menuturkan kedua tersangka ditangkap pada Senin (9/4) sekira pukul 20.30 WIB di sekitar Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Buaran Kradenan, Pekalongan Selatan, tepatnya di depan sebuah lapangan futsal.

Awalnya, petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa di sekitar lokasi tersebut sering digunakan sejumlah pemuda untuk bertransaksi obat-obatan terlarang. “Dari informasi itu selanjutnya anggota Sat Narkoba melakukan penyelidikan dan pemantauan,” ungkapnya kemarin.

Sampai akhirnya, pada Senin (9/4) malam anggota Sat Narkoba mendapati ada dua remaja yang sedang jongkok menghitung paketan pil warna putih. Petugas pun langsung mengamankan keduanya berikut barang buktinya.

Dijelaskan Kapolres bahwa obat jenis pil LL tersebut sangat berbahaya bagi para penggunanya. Pil LL merupakan salah satu obat yang dulunya dipakai sebagai obat batuk dan kini sudah dilarang peredarannya. Pemakaian obat ini menimbulkan efek samping sensasi ketenangan, namun sejatinya menyerang sistem kontrol saraf. Si pengonsumsi obat ini akhirnya kecanduan, tidak bisa mengontrol lagi perbuatannya, dan sampai overdosis.

Peredaran dan penyalahgunaan pil LL di masyarakat ini menurut Kapolres sangat memprihatinkan. Sebab akan merusak generasi muda, khususnya para remaja dan anak-anak sekolah. Apalagi obat tersebut bisa dibeli dengan harga cukup terjangkau.

“Sasarannya biasanya para remaja, bahkan anak-anak sekolah. Maka kami imbau kepada masyarakat, kepada para orangtua, apabila mengetahui peredaran obat-obatan seperti ini, segera laporkan ke kami. Mari bersama-sama kita selamatkan generasi muda dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang,” imbaunya.

Sementara, menurut pengakuan salah satu tersangka, ASB (19), dia mendapatkan obat tersebut itu dari seseorang bernama Eqi di Jakarta. Tersangka membeli sebanyak 100 paket berisi 500 butir, seharga Rp700.000. “Saya baru melakukannya baru satu bulan ini. Sudah beberapa kali pengiriman,” kata pemuda yang berprofesi sebagai buruh sablon ini.
Oleh tersangka, pil LL tersebut dijual seharga Rp10.000 per paket, berisi 4 butir.
Tersangka biasa melayani transaksi obat tersebut di rumahnya, dari jam 4 sore sampai 9 malam. Tersangka juga dapat melayani transaksi di tempat tertentu yang telah disepakati oleh pemesan. “Tapi biasanya yang mau beli pada datang ke rumah,” imbuh dia.

Kini, kedua tersangka sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Pekalongan Kota guna proses hukum lebih lanjut. Kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 196 jo Pasal 197 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat & Redaktur: Abdurrahman

Facebook Comments