Radar Kajen

Rokok Ilegal Masih Marak

Rokok Ilegal

SOSIALISASI – Petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan diberi keterampilan identifikasi rokok ilegal melalui sosialisasi cukai, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

KPPBC Tegal Lakukan Sosialisasi Cukai

Untuk mendukung peningkatan efektivitas kegiatan pemberantasan peredaran rokok ilegal, Pemkab Pekalongan bekerjasama dengan KPPBC Tipe Madya Pabean C Tegal (KPPBC Tegal) melaksanakan kegiatan sosialisasi cukai, kemarin. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bagi petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Pekalongan.

Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 222/PMK.07/2017, pemerintah daerah berkewajiban untuk melaksanakan pemberantasan rokok ilegal di wilayah kerjanya masing-masing. Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan salah satu bentuk pembekalan bagi aparat Satpol PP Kabupaten Pekalongan yang menjadi pelaksana tugas dalam pemberantasan peredaran rokok ilegal di wilayah Kota Santri.

Dalam kegiatan Sosialisasi Cukai yang mengambil tema “Bersinergi Berantas Rokok Ilegal” tersebut Kepala Seksi Kepatuhan Internal KPPBC Tegal, Lucia Itaning Prasetya, beserta Tim Penyuluh menyampaikan beberapa materi tentang peraturan cukai kepada 30 anggota Satpol PP Kabupaten Pekalongan. Materi yang disampaikan antara lain tentang Undang-Undang Cukai, desain pita cukai tahun 2018, serta pelatihan pendeteksian keaslian pita cukai.

Apabila selama ini rokok ilegal identik dengan rokok polos (tidak dilekati pita cukai), dalam pemaparannya, Lucia menyampaikan bahwa jenis rokok ilegal tidak hanya yang polos saja. Terdapat beberapa kriteria lain yang menjadi indikasi bahwa suatu produk rokok termasuk ilegal.

“Rokok ilegal tidak hanya polos saja, namun juga ada beberapa jenis yang dapat masuk kategori ilegal. Di antaranya, dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai bekas atau dilekati pita cukai yang salah (tidak sesuai peruntukannya, baik jenis hasil tembakau, tarif cukai maupun nama pabrikan). Untuk keperluan identifikasi tersebut, maka disampaikan juga tentang desain pita cukai serta tata cara pendeteksian pita cukai,” jelas Lucia.

Lucia juga menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi cukai ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah Kab Pekalngan dengan KPPBC Tegal dalam rangka optimalisasi penerimaan negara dari sektor cukai. “Kami berharap kerjasama ini dapat dilaksanakan juga dengan pemerintah daerah lainnya di wilayah kerja KPPBC Tegal,” imbuhnya.

Salah satu peserta kegiatan, Heri Wijayanto, mengungkapkan bahwa sosialisasi tersebut sangat bermanfaat. “Materi yang disampaikan akan semakin menambah dan menguatkan pemahaman anggota tentang cukai sehingga dapat memantapkan dalam pelaksanaan tugas,” tandasnya. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments