Radar Batang

Pembentukan Disnaker Berpacu Waktu

Drs H Nasikhin MH

Drs H Nasikhin MH

Pemkab Batang Upayakan di Tahun Ini

Rencana pembentukan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) sebagai OPD baru dinilai mendesak dilakukan. Namun demikian, Pemkab juga harus berpacu dengan waktu agar bisa merealisasikan rencana itu di tahun ini.

Pembentukan Disnaker dilakukan melalui pemekaran Dinas Penanaman Modal Pelayanan terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP dan Naker). Hal itu tertuang dalam Raperda Perubahan atas Perda Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, yang bersama 3 raperda lainnya telah disetujui bersama Bupati dan DPRD per 26 Maret 2017.

“Kemarin, proses evaluasinya sudah dilakkukan di provinsi dan tinggal menunggu penetapan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Batang, Drs H Nasikhin MH, Kamis (12/4).

Saat pembahasan, lanjut dia, Tim Pemprov sebetulnya sempat meminta Pemkab Batang untuk menunggu perubahan Permendagri terkait. Namun Pemkab Batang menyampaikan argument soal tingkat kemendesakan lapangan yang harus segera disikapi melalui pembentukan Disnaker.

“Alhamdulillah, Provinsi bisa menerima argument kita. Insya Allah dalam pekan ini keputusan hasil evaluasi Gubernur sudah turun dan selanjutnya ditetapkann sebagai perda,” ujarnya.

Namun, Nasikhin memastikan masih banyak tahapan lain yang harus dipenuhi pemerintah daerah. Pertama, menyiapkakn perbup tentang uraian tugas. Kedua, identifikasi personel. Ketiga, mencari perkantoran dan sarananya. Keempat, menyiapkan jabatan eselon 2 nya untukk ditempatkan sebagai kepala Disnaker.

“Semua tahapan ini jelas butuh waktu. Misal soal penganggarannya, opsinya apakah setelah Perubahan APBD 2018 atau Penetapan 2019. Artinya, Pemkab masih berhitung dan berpacu dengan wakktu sekaligus strategi pemberian anggarannya,” terangnya.

Dia menilai, keberadaan Disnaker sudah cukup mendesak guna mengantisipasi pertumbuhan industry di Batang yang meningkat serta secara khusus juga menyikapi PLTU. Antisipasi itu diperlukan untuk meminimalisir potensi permasalahan di sekitar ketenagakerjaan.

“Masalah paling krusial mungkin soal waktu dan strategi penganggaran, tetapi insya Allah tahun ini bisa kita realisasikan,” pungkasnya. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Facebook Comments